unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › SEVENTEEN Jeonghan dan Joshua Rilis Album Mini Perdana DREAMSCAPE
Hiburan

SEVENTEEN Jeonghan dan Joshua Rilis Album Mini Perdana DREAMSCAPE

Jeonghan dan Joshua SEVENTEEN dalam album mini DREAMSCAPE
SEVENTEEN Jeonghan dan Joshua Rilis Album Mini Perdana DREAMSCAPE
A A Ukuran Teks16px

Jeonghan dan Joshua dari SEVENTEEN merilis album mini perdana sebagai unit bertajuk DREAMSCAPE.

Album ini dirilis pada Senin dan berisi tujuh lagu yang dibangun sekitar tema mimpi, aspirasi pribadi, serta perkembangan gaya vokal keduanya.

DREAMSCAPE menjadi wadah bagi keduanya untuk menjelajahi batas antara fantasi dan realitas.

Lagu utama, 12 o'clock, memadukan dance-rock dengan interpretasi modern dari disko dan funk era 1970-an dan 1980-an.

Lagu tersebut mengikuti dua penyanyi saat mereka mengejar mimpi antara tengah hari dan tengah malam.

Teaser video musik yang dirilis sehari sebelumnya menampilkan citra surealis, termasuk kereta yang tampak tertutup sisik ular dan padang rumput yang indah.

Eksplorasi Identitas dan Vokal

Dalam wawancara yang disediakan agensi Pledis Entertainment, Jeonghan mengaku bangga dengan hasil karya mereka.

Ia menyebut sudah lama tidak merilis album dan menghabiskan banyak waktu memikirkan hal baru untuk ditunjukkan kepada CARAT.

Joshua menambahkan bahwa ia antusias menunjukkan sisi berbeda dari aktivitas grup. Persiapan album ini memberinya semangat dan mimpi baru yang memotivasi dirinya.

Keduanya ingin menemukan identitas khas sebagai unit di tengah banyaknya unit SEVENTEEN. Jeonghan dan Joshua berdiskusi intensif soal konsep dan genre serta bertukar ide dengan staf.

Joshua aktif terlibat dalam produksi dan ingin menangkap warna unik milik mereka. Tidak semua lagu yang dikerjakan masuk daftar akhir, tetapi ia senang dengan musik yang disertakan.

Soal vokal, Jeonghan bereksperimen dengan nada yang lebih penuh dari biasanya. Joshua mempelajari suaranya sendiri saat rekaman untuk menciptakan suara yang lebih matang dan berbeda.

Tujuh Lagu dalam Satu Cerita

Jeonghan menjelaskan bahwa tujuh lagu dalam album ini didekati sebagai bagian dari satu cerita.

Ia berharap pendengar menafsirkan makna tiap lagu dengan cara mereka sendiri dan mencari metafora tersembunyi.

Joshua menambahkan bahwa album menyatukan mimpi yang dialami saat tidur dan mimpi yang ingin dicapai dalam kehidupan nyata.

Mendengarkan dari lagu pertama hingga terakhir diharapkan terasa seperti perjalanan bersama mereka.

Untuk lagu 12 o'clock, Joshua menilai lagu ini lebih nikmat jika disertai penampilan. Koreografi disiapkan untuk menonjolkan visual dan chemistry keduanya.

Jeonghan mengaku terikat pada lagu tersebut karena menyaksikan prosesnya berkembang dari suara band awal hingga bentuk akhir.

Ia sempat memutarkannya untuk anggota lain dan mendapat dukungan bahwa lagu itu cocok untuk mereka.

Keduanya juga saling mengapresiasi selama proses pengerjaan. Jeonghan menilai Joshua terus mengembangkan identitas musiknya, sementara Joshua merasakan kasih sayang Jeonghan selama bekerja bersama.

Jeonghan dan Joshua berharap CARAT menikmati promosi dan sisi baru yang telah mereka siapkan. Joshua mengaku penasaran dengan pendapat penggemar dan berterima kasih atas dukungan yang selalu diberikan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru