SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Banyak pengguna menyalakan mode hemat daya bukan hanya saat baterai kritis, melainkan sepanjang hari "agar awet". Low Power Mode di iPhone dan penghemat baterai di Android memang menekan konsumsi energi — tetapi dengan harga yang harus dibayar dari pengalaman memakai HP itu sendiri. Merangkum ulasan SlashGear, berikut empat konsekuensinya.
Layar dan Performa Tidak Lagi Sekencang Biasanya
Cara kerja mode ini sederhana: potong semua yang boros. Salah satu korban pertamanya adalah refresh rate — layar 120Hz bisa dipaksa turun ke 60Hz atau lebih rendah, membuat guliran dan animasi terasa patah-patah. Performa keseluruhan ikut ditahan, sehingga game yang menuntut respons cepat dan frame rate tinggi paling menderita. Implementasinya di Android berbeda antar merek, dari yang sekadar membatasi fitur tertentu sampai yang sangat agresif. Ini bukan kerusakan — hanya pilihan sadar menukar kelancaran dengan menit-menit ekstra.
Pesan Penting Bisa Datang Terlambat
Penghematan terbesar datang dari membekukan latar belakang: penyegaran aplikasi, sinkronisasi, dan sebagian lalu lintas jaringan dibatasi. Efek sampingnya menjalar ke email, penyimpanan awan, media sosial, dan aplikasi chat — notifikasi dapat tertunda dan cadangan foto-video ke cloud berhenti sementara; di iPhone, Apple menyatakan sinkronisasi Foto iCloud memang dijeda selama Low Power Mode aktif. Untuk pekerjaan yang mengandalkan kecepatan informasi, keterlambatan ini bukan hal sepele.
Fitur Andalan Ikut Dimatikan
Always-On Display termasuk yang pertama dikorbankan, baik di iPhone maupun banyak Android. Kecerahan layar dapat dipangkas dan waktu tunggu layar memendek — repot saat membaca lama atau berada di luar ruangan. Di sisi konektivitas, iPhone membatasi 5G pada kondisi tertentu selama mode ini aktif, dan pembaruan lokasi di latar belakang juga bisa terganggu.
Dan Ironisnya, Hematnya Sering Tidak Seberapa
Konsekuensi terakhir justru mempertanyakan manfaatnya. Pengujian yang dibahas SlashGear menemukan tambahan waktu pakai iPhone 18 Pro dengan Low Power Mode tidak terlalu signifikan. Sebabnya logis: pembatasan latar belakang tidak banyak membantu bila pemakaian didominasi layar menyala — gaming, streaming, video call. Mode ini baru terasa gunanya saat HP lebih banyak diam di saku.
Pakai di Saat yang Tepat
Mode hemat daya tidak merusak HP dan sah dipakai kapan pun dibutuhkan, tetapi posisi idealnya adalah alat darurat: nyalakan saat baterai menipis atau jauh dari charger, bukan gaya hidup. Untuk keseharian, baterai bisa dihemat lebih cerdas — turunkan kecerahan, pakai mode gelap di layar OLED/AMOLED, matikan Always-On Display yang tidak perlu, bekukan aktivitas latar belakang aplikasi jarang dipakai, dan jangan paksakan 5G bila 4G sudah cukup.