Komunitas modder kembali mencuri perhatian lewat proyek rekompilasi native port untuk Zelda Tears of the Kingdom di perangkat Mac berbasis Apple Silicon M4.
Hasilnya, game open world besutan Nintendo itu mampu berjalan hingga 90 fps saat gameplay, jauh melampaui rata-rata performa konsol utama Nintendo maupun uji coba di PC Windows dengan kartu grafis kelas menengah.
Proyek bernama MacNativeGames yang diunggah ke repositori GitHub ini dikembangkan oleh pengembang bernama liyong.
Ia memanfaatkan kesamaan arsitektur ARM64 antara chipset Apple dan perangkat konsol handheld untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih mulus.
Native Port Ungguli Emulator dan PC Windows
Selama bertahun-tahun, pemain menjalankan game konsol di komputer menggunakan software emulator.
Kendala utamanya adalah beban kerja CPU yang sangat berat karena harus menerjemahkan instruksi kode secara langsung saat game berjalan.
Sebaliknya, teknik rekompilasi statis atau native port mengonversi kode asli game menjadi file biner yang dibaca langsung oleh sistem operasi macOS.
Pendekatan ini memangkas konsumsi daya CPU secara drastis.
Saat diuji coba menggunakan MacBook Air M4 dan Mac mini M4, port native ini mampu mempertahankan frame rate di angka 90 fps sepanjang petualangan menjelajahi peta.
Bahkan, pada tampilan menu antarmuka, angka frame rate mampu melesat hingga 120 fps.
Penguji juga mengonfirmasi bahwa port ini mendukung penuh penggunaan pengontrol nirkabel seperti stik PlayStation dan Xbox.
Pencapaian ini sangat kontras jika dibandingkan dengan proyek rekompilasi serupa di platform PC Windows.
Proyek milik pengembang NotRexed yang diuji pada kartu grafis Nvidia RTX 4060 Ti saat ini baru mampu menghasilkan kisaran 32 hingga 59 fps.
Arsitektur ARM64 yang terintegrasi pada lini Apple Silicon terbukti memberikan efisiensi tinggi untuk memproses kode instruksi game portabel.
Kunci utama dari kelancaran grafik pada port ini terletak pada pemanfaatan API grafis Metal 4 milik Apple.
Ditambah dengan fitur MetalFX Upscaling, sistem dapat merender visual pada resolusi internal yang efisien lalu menaikkan kualitas gambar ke resolusi 1440p tanpa membebani kartu grafis secara berlebihan.
Meskipun proyek ini sudah dilengkapi dengan penyusunan kompilasi shader otomatis untuk menekan potensi stuttering, kejutan lag kecil terkadang masih muncul.
Hal ini umumnya terjadi saat pemain pertama kali memasuki wilayah baru di daratan atau kepulauan atas Hyrule yang padat aset visual.
Namun, secara keseluruhan, pengalaman bermain terasa jauh lebih responsif dan stabil dibandingkan metode emulasi konvensional.
