unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Hasil RDG BI Oktober 2026 Diumumkan Hari Ini: Ekonom Terbelah soal BI Rate 5,75% vs 6%
News

Hasil RDG BI Oktober 2026 Diumumkan Hari Ini: Ekonom Terbelah soal BI Rate 5,75% vs 6%

Hasil RDG BI Oktober 2026 Diumumkan Hari Ini: Ekonom Terbelah soal BI Rate 5,75% vs 6%
Bank Indonesia Tahan BI Rate di 5,75 Persen demi Jaga Rupiah
A A Ukuran Teks16px

JAKARTA – Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode 20–21 Oktober 2026 diumumkan hari ini, Rabu (21/10/2026). Keputusan mengenai nasib suku bunga acuan BI Rate menjadi sorotan pasar di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang telah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

BI Rate saat ini berada di level 5,75 persen, setelah ditahan pada RDG September 2026. Suku bunga deposit facility tercatat 4,75 persen dan lending facility 6,50 persen.

Ekonom Terbelah: Naik ke 6 Persen atau Tetap 5,75 Persen

Chief Economist Bank Danamon Irman Faiz memproyeksikan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen pada RDG kali ini, dengan latar yield global yang tinggi dan risiko arus modal keluar. Ia bahkan menilai BI Rate berpotensi menyentuh 6,25 persen pada akhir 2026 bila tekanan eksternal berlanjut. Sebaliknya, LPEM FEB UI memprediksi BI akan menahan BI Rate di 5,75 persen karena prioritas utama saat ini adalah stabilisasi rupiah. Inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.

Hasil survei konsensus menunjukkan mayoritas pelaku pasar memperkirakan kenaikan. Berdasarkan survei BIG Consensus Insights yang dikutip Kontan, sebagian besar responden memperkirakan BI Rate naik ke level 6 persen.

Rupiah Melemah dan Wacana MSCI Jadi Sorotan

Tekanan terhadap rupiah memang kian berat. Mata uang Garuda telah menembus Rp18.000 per dolar AS dan melemah sekitar 8,3 persen sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober 2026. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke kisaran 7,43 persen, sementara indeks CDS Indonesia naik ke 98,34. Sentimen negatif juga datang dari wacana MSCI yang mengonsultasikan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi standalone market, yang sempat menekan IHSG pada perdagangan Selasa (20/10/2026).

Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi dan Gubernur BI

Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memanggil para pejabat ekonomi ke Istana Negara pada Selasa (20/10/2026) sore. Hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Gubernur BI Destry Damayanti. Pertemuan tersebut disebut membahas kondisi perekonomian dengan melibatkan Dewan Ekonomi Nasional.

Adapun konferensi pers pengumuman hasil RDG dikabarkan dimajukan menjadi pukul 13.30–14.30 WIB, lebih cepat dari jadwal biasanya. Menurut keterangan Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, percepatan dilakukan karena agenda kedinasan Gubernur BI.

Apapun keputusannya, arah BI Rate akan berdampak langsung pada suku bunga kredit perbankan, termasuk cicilan KPR dan kredit kendaraan bermotor yang dirasakan masyarakat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru