Stephen Curry membuat pengakuan mengejutkan: ia menjadi penembak tiga angka terhebat dalam sejarah NBA sambil berjuang melawan keratoconus, penyakit mata yang mengancam penglihatannya, sejak awal karier bersama Golden State Warriors.
Pengakuan itu disampaikan Curry dalam wawancara eksklusif dengan PEOPLE yang diterbitkan pada September 2026. Bintang Warriors berusia 38 tahun itu mengungkapkan ia didiagnosis keratoconus pada 2018 — saat ia sudah dua kali menjadi juara NBA dan sedang menuju gelar ketiganya.
Keratoconus adalah kondisi ketika kornea mata yang normalnya berbentuk bulat menjadi menipis dan menonjol seperti kerucut. Kondisi ini menyebabkan penglihatan kabur, gambar terdistorsi, serta kepekaan berlebih terhadap silau cahaya, dan bisa bersifat progresif bila tidak ditangani.
Ketahuan Gara-gara Sering Menyipitkan Mata
Curry mengaku kondisinya terungkap secara tidak sengaja. Mantan general manager Warriors, Bob Myers, memperhatikan Curry terus menyipitkan mata saat duduk di bangku cadangan dalam tayangan televisi, lalu mengirim pesan singkat: "Have you gotten your eyes checked? ...that wasn't normal."
Pemeriksaan lanjutan kemudian memastikan diagnosis keratoconus. Fakta itu membuat pelatih Steve Kerr mengaku terkejut, mengingat Curry selama ini justru dikenal sebagai penembak paling mematikan yang pernah ada di NBA.
"This Whole Time I Couldn't See"
Dalam penampilannya di The Stephen A. Smith Show, Curry melontarkan kalimat yang kini viral: "This whole time I couldn't see" — selama ini aku tidak bisa melihat dengan jelas. Ia bahkan bercanda bahwa judul memoirnya kelak adalah "The Whole Time I Couldn't See".
Yang membuat pengakuan ini luar biasa adalah pencapaiannya di tengah keterbatasan tersebut. Curry tercatat sebagai satu-satunya pemain yang pernah meraih gelar MVP NBA secara unanimous (dua kali MVP), empat kali juara NBA (2015, 2017, 2018, 2022), sekali Finals MVP, dan peraih medali emas Olimpiade.
Ia juga memegang rekor NBA dengan lebih dari 4.248 tembakan tiga angka sepanjang karier, termasuk rekor 402 tripoin dalam semusim (2015-16). Kini publik tahu, semua rekor itu lahir dari mata yang selama bertahun-tahun tidak melihat dunia dengan sempurna.