SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Kalau mendengar "film pesantren", yang terbayang biasanya drama religi yang mengharu-biru. Padahal sineas Indonesia sudah mengolah latar pondok menjadi hampir semua genre. Di momen Hari Santri ini, berikut 10 filmnya — dikelompokkan supaya gampang memilih.
Drama Inspiratif dan Persahabatan
Negeri 5 Menara (2012), adaptasi novel Ahmad Fuadi, adalah gerbangnya: enam santri Pondok Madani dari berbagai daerah mengejar mimpi dengan mantra "Man Jadda Wajada". Kalam Kalam Langit (2016) mengikuti Jafar, santri Lombok bersuara emas yang ingin menjadi qari terbaik. Cahaya Cinta Pesantren (2016) menawarkan versi ringan — komedi-drama persahabatan santri. Sementara 3 Doa 3 Cinta (2009) mempertemukan Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo dalam kisah tiga sahabat santri yang menimbang iman dan masa depan. Ada pula The Santri (2019), tentang santri muda pembawa pesan toleransi dan cinta tanah air yang sempat ramai dibicarakan.
Sejarah dan Isu Sosial
Sang Kiai (2013) garapan Rako Prijanto mengangkat KH Hasyim Asy'ari menghadapi pendudukan Jepang — ulama dan santri sebagai pejuang kemerdekaan. Perempuan Berkalung Sorban (2009) karya Hanung Bramantyo lebih kontemporer temanya: Annisa (Revalina S. Temat) menuntut hak atas pendidikan dan pilihan hidup di lingkungan pesantren yang patriarkis.
Dokumenter
Pesantren (2022) karya Shalahuddin Siregar adalah satu-satunya nonfiksi di daftar ini — potret keseharian santri yang direkam apa adanya, tanpa naskah drama.
Thriller dan Horor
Pesantren Impian (2019) memulai misterinya dari undangan aneh: sepuluh perempuan diminta tinggal di pesantren terpencil, lalu kejadian-kejadian ganjil berdatangan. Dan Qorin (2022) membawa teror supranatural ke dalam pondok — bukti bahwa suasana pesantren yang hening justru panggung horor yang efektif.
Mau yang menghangatkan hati atau yang menguji nyali, ternyata semuanya ada di satu latar: pesantren.
