unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Xbox Dikabarkan Dilirik Investor Rp2.655 Triliun, Microsoft Tegaskan Tak Dijual
Hiburan

Xbox Dikabarkan Dilirik Investor Rp2.655 Triliun, Microsoft Tegaskan Tak Dijual

Ilustrasi konsol dan logo Xbox
A A Ukuran Teks16px

Laporan terbaru menyebut sejumlah perusahaan ekuitas swasta sempat menjajaki peluang akuisisi terhadap divisi game Microsoft, Xbox.

Nilai potensi akuisisi yang dijajaki investor luar itu diperkirakan mencapai $100 miliar hingga $150 miliar, atau setara Rp1.770 triliun sampai Rp2.655 triliun.

Penjajakan ini muncul di tengah gelombang restrukturisasi internal yang melanda ekosistem Xbox secara global.

Meski diskusi sempat berjalan tertutup, komunikasi tidak pernah berlanjut ke tahap negosiasi resmi.

Microsoft tetap pada pendirian bahwa bisnis Xbox tidak sedang dijual.

Nilai Taksiran dan Aset Xbox

Angka penawaran di kisaran Rp2.655 triliun tergolong sangat masif jika dibandingkan transaksi besar lain di industri game.

Sebagai perbandingan, akuisisi Electronic Arts (EA) oleh konsorsium Dana Investasi Publik Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners pada Agustus 2026 menembus $55 miliar atau sekitar Rp973,5 triliun.

Artinya, nilai taksiran Xbox mencapai hampir tiga kali lipat dari transaksi tersebut.

Tingginya perkiraan nilai jual Xbox tidak lepas dari jajaran waralaba gim legendaris dan layanan yang dimiliki Microsoft saat ini.

Microsoft menguasai nama besar seperti Call of Duty, Minecraft, Diablo, hingga The Elder Scrolls, di samping ekosistem konsol dan layanan langganan Game Pass.

Kompleksitas struktur bisnis serta kepemilikan studio riset yang luas membuat proses pemisahan atau akuisisi Xbox sangat rumit untuk direalisasikan.

Kabar ketertarikan investor ini mencuat beberapa pekan setelah CEO Xbox, Asha Sharma, secara tegas menepis isu penjualan divisi game perusahaan.

Dalam wawancara resmi, Sharma menyatakan Xbox tidak masuk dalam daftar aset yang dijual, meski ia membuka peluang kemitraan alternatif untuk mendongkrak efisiensi operasional.

Pernyataan itu dikuatkan oleh Chief Commercial Officer Microsoft, Judson Althoff.

Ia menegaskan perusahaan tidak akan menunjuk salah satu pimpinan terbaiknya untuk mengomandoi unit bisnis yang berencana dilepas.

Langkah ini memicu spekulasi, dan beberapa laporan terpisah mengindikasikan sejumlah karyawan internal tetap memantau potensi investasi dari pihak luar atau opsi pemisahan unit bisnis (spin-off) di masa mendatang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru