unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AFC Ubah Kalender Piala Asia ke Tahun Genap Mulai 2032, Edisi Arab Saudi 2027 Jadi yang Terakhir
News

AFC Ubah Kalender Piala Asia ke Tahun Genap Mulai 2032, Edisi Arab Saudi 2027 Jadi yang Terakhir

AFC Ubah Kalender Piala Asia ke Tahun Genap Mulai 2032, Edisi Arab Saudi 2027 Jadi yang Terakhir
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand via Penalti
A A Ukuran Teks16px

Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo pada Jumat 23 Oktober 2026 secara bulat menyetujui reformasi kalender kompetisi: Piala Asia resmi dipindah ke tahun genap mulai edisi 2032. Edisi yang digelar di Arab Saudi pada Januari–Februari 2027 akan menjadi Piala Asia terakhir yang dimainkan di tahun ganjil — untuk pertama kalinya turnamen kembali ke tahun genap sejak 2004.

Keputusan tersebut menjadi headline utama Kongres Luar Biasa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di ibu kota Jepang itu. Reuters melaporkan pada 23 Oktober 2026 bahwa seluruh delegasi memberikan suara bulat untuk rangkaian reformasi tata kelola yang salah satunya adalah pergeseran siklus Piala Asia dari tahun ganjil menjadi tahun genap.

Piala Asia Arab Saudi 2027 Edisi Terakhir Tahun Ganjil

Dengan keputusan ini, Piala Asia 2027 di Arab Saudi yang dijadwalkan pada Januari–Februari 2027 menjadi penutup era turnamen di tahun ganjil. Setelahnya, jadwal Piala Asia akan bergeser secara permanen ke tahun genap, dimulai dari edisi 2032.

Selain reformasi kalender kompetisi, kongres juga menyepakati perubahan pada siklus kepengurusan. Pemilihan pimpinan AFC tetap digelar pada 2027, namun para pemimpin terpilih baru akan mulai menjabat pada 1 Januari 2028 dengan masa jabatan empat tahun hingga 2032. Pemegang jabatan saat ini tetap memimpin hingga akhir 2027 — sebuah langkah yang disebut selaras dengan perombakan kalender internasional FIFA yang akan datang.

Dukungan untuk Infantino dan Masa Depan Asia

Presiden AFC Shaikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa — yang tengah mengincar masa jabatan keempat — dalam kongres itu menyatakan dukungan penuh AFC untuk pencalonan ulang Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA pada Maret 2027. Pernyataan ini menandai pembalikan arah yang signifikan, setelah AFC sebelumnya bergabung dengan UEFA dan Concacaf menentang rencana FIFA Forward Enterprise yang mereka sebut sebagai pelanggaran kepercayaan fundamental.

Sebagai latar, beredar pula wacana AFC Nations League mulai 2030 yang berpotensi merombak total format kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Wacana tersebut bersifat konteks jangka panjang, bukan keputusan yang diambil dalam kongres di Tokyo kemarin.

Dampaknya ke Timnas Indonesia

Perubahan kalender ini terjadi di saat Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Skuad Garuda telah memastikan tiket lolos dan tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand berdasarkan hasil drawing yang digelar 9 Mei 2026 di Riyadh.

Indonesia datang ke turnamen itu dengan modal berharga: gelar juara Piala AFF 2026 yang diraih pada 5 Oktober 2026 setelah mengalahkan Thailand 4–2 lewat adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Persiapan terus berjalan melalui laga uji coba November, termasuk menghadapi Yordania pada 13 November di Amman — meski PSSI masih mengevaluasi laga tersebut terkait situasi keamanan di Timur Tengah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru