unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Produsen Beralih ke HBM, Harga RAM PC Terancam Naik
Hiburan

Produsen Beralih ke HBM, Harga RAM PC Terancam Naik

Modul RAM PC
A A Ukuran Teks16px

Pengguna yang berencana merakit PC baru atau melakukan upgrade memori harus bersiap menghadapi tantangan baru.

Industri semikonduktor memprediksi krisis pasokan DRAM akan berlangsung hingga tahun 2027.

Penyebab utamanya adalah tingginya permintaan memori berkecepatan tinggi untuk infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.

Pergeseran Produksi ke Memori AI

Para produsen memori terbesar dunia kini mengalihkan porsi kapasitas produksi dari memori komputer standar ke High Bandwidth Memory (HBM).

Komponen memori canggih ini sangat dibutuhkan oleh cip akselerator AI di pusat data.

Pergeseran fokus ini berdampak langsung pada ketersediaan memori DDR5 maupun LPDDR untuk komputer konsumer di pasaran.

Kebutuhan pusat data akan memori akselerator AI tumbuh sangat pesat.

Memori jenis HBM membutuhkan kapasitas piringan wafer silikon jauh lebih besar dibanding memori DDR5 konvensional untuk setiap gigabita yang dihasilkan.

Ketika produsen meningkatkan output HBM, alokasi wafer untuk membuat memori standar otomatis berkurang drastis.

Tidak hanya HBM, ekosistem AI juga menyedot berbagai jenis memori lain.

Server AI membutuhkan modul DDR5 berkapasitas besar, workstation pengolah model membutuhkan memori grafis tingkat tinggi, sementara laptop berlabel AI PC memanfaatkan memori LPDDR yang sama dengan laptop biasa.

Kombinasi faktor ini membuat produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memprioritaskan lini produk pusat data yang menawarkan marjin keuntungan lebih tinggi.

Meskipun produsen utama menyatakan telah meningkatkan total output memori hingga 25 persen, peningkatan tersebut belum mampu mengimbangi laju permintaan.

Ekspansi pabrik memori baru diperkirakan baru akan beroperasi secara optimal paling cepat pada tahun 2029.

Dampak kelangkaan pasokan ini diprediksi tidak akan merata.

Perusahaan manufaktur komputer berskala besar umumnya telah mengamankan pasokan memori melalui kontrak jangka panjang.

Laporan industri menyebutkan bahwa lebih dari 70 persen produksi RAM PC dari Samsung sudah terikat dalam perjanjian kontrak dengan merek-merek komputer besar.

Kondisi ini menempatkan perakit PC mandiri (DIY builder) dan merek produsen modul memori kustom pada posisi yang sulit.

Merek-merek ritel penyedia modul RAM harus saling berebut sisa pasokan cip DRAM yang makin terbatas.

Bagi penggemar hardware dan perakit komputer di Tanah Air, hal ini berarti ketersediaan RAM di toko ritel bakal semakin menipis.

Kenaikan harga sudah terasa dan berpotensi berlanjut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru