Nama Caleb Wilson mendadak menjadi perbincangan hangat di NBA. Rookie Chicago Bulls itu menorehkan 67 poin dalam tiga laga pertamanya, jumlah terbanyak kedua dalam sejarah Bulls, hanya kalah dari torehan legenda Michael Jordan yang mengoleksi 74 poin pada tiga laga awalnya.
Wilson, pilihan keempat pada draft NBA Juni 2026, mengawali kariernya dengan cara yang jauh dari mulus. Pada laga debut melawan Toronto Raptors, ia memang mencetak 16 poin, tapi dengan akurasi tembakan 7 dari 21 percobaan, sembilan turnover tanpa satu pun assist, dan rating plus-minus minus 45, yang tercatat sebagai yang terburuk dalam sejarah debut NBA.
Dua malam berselang, Wilson menjawab semua keraguan. Ia mencetak 21 poin saat Bulls bangkit dari ketertinggalan 15 angka untuk menang 132-125 atas Milwaukee Bucks, termasuk 19 poin di babak kedua dan empat lemparan bebas penentu pada 76 detik terakhir.
Kebetulan yang Membuat Heboh
Yang membuat publik terbelalak adalah kesamaan angka: 16 poin pada laga pertama dan 21 poin pada laga kedua, persis sama dengan torehan Michael Jordan pada dua laga pertamanya sebagai rookie Bulls pada 1984. Wilson pun tercatat sebagai satu-satunya rookie Bulls selain Jordan yang mencatatkan minimal 15 poin, empat rebound, satu blok, dan satu steal pada masing-masing dua laga pertamanya.
Kisah itu berlanjut pada laga ketiga, saat Bulls menjamu Washington Wizards. Wilson mencetak double-double 30 poin dan 14 rebound, meski Bulls kalah 124-120. Total 67 poinnya dalam tiga laga menempatkannya di urutan kedua sejarah Bulls, di belakang Jordan dengan 74 poin.
Benang Merah North Carolina
Kesamaan Wilson dan Jordan tidak berhenti di angka. Keduanya sama-sama produk Universitas North Carolina: Jordan menjadi Pemain Terbaik Nasional 1984, sementara Wilson menjadi All-American tim kedua pada satu-satunya musim kuliahnya. Jordan dipilih pada urutan ketiga draft 1984, Wilson pada urutan keempat draft 2026.
Wilson sendiri menanggapi sorotan itu dengan tenang. Usai kemenangan atas Bucks, ia berkata merasa dibangun untuk momen-momen besar dan bertekad menjadi pemain paling fokus dan paling detail yang pernah ada.
Tentu saja, tiga laga belum cukup untuk menyandingkan siapa pun dengan Jordan. Tapi awal karier Wilson sudah cukup untuk membuat Chicago bermimpi lagi, dan membuat seluruh NBA memperhatikan nama barunya.