unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Viral Pelecehan Seksual oleh Alumnus Unair: Rekam Perempuan di Toilet dan Jual Video Secara Online Seharga 500 - 700 Ribu
News

Viral Pelecehan Seksual oleh Alumnus Unair: Rekam Perempuan di Toilet dan Jual Video Secara Online Seharga 500 - 700 Ribu

Viral Pelecehan Seksual oleh Alumnus Unair: Rekam Perempuan di Toilet dan Jual Video Secara Online Seharga 500 - 700 Ribu
video • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Viral Pelecehan Seksual oleh Alumnus Unair: Rekam Perempuan di Toilet dan Jual Video Secara Online Seharga 500 - 700 Ribu

Surabaya, BeritaHits – Seorang alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tengah menjadi sorotan publik setelah dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya viral di media sosial. Bukan karena prestasi akademik, pria berinisial JHPM (22) itu kini menjadi perbincangan hangat lantaran diduga merekam perempuan secara diam-diam di toilet umum dan menjual hasil rekaman tersebut secara online.

Aksi Tak Terpuji: dari Toilet ke Pasar Gelap Digital
Kasus ini mencuat setelah akun X (Twitter) @aarumanis mengunggah informasi terkait dugaan aksi pelecehan tersebut pada Senin (5/2/2024). Dalam unggahannya, akun tersebut menulis:
"ALERTA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL DI SURABAYA! MEREKAM PEREMPUAN DI TOILET."
Postingan itu dilengkapi foto wajah pelaku, ijazah Unair, serta rincian kronologi yang menyebut JHPM merupakan lulusan Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unair tahun 2020.

Modus operandi yang dilakukan pelaku pun terbilang terstruktur. Ia disebut kerap menyusup ke toilet wanita, merekam aktivitas korban tanpa izin, lalu menjual video vulgar tersebut melalui platform online dengan harga Rp100 ribu hingga Rp700 ribu. Parahnya, aksi ini diduga telah berlangsung sejak 2023, dengan kasus terakhir terjadi pada 30 Januari 2024 (tanggal awalnya disebut 2025, namun diduga kuat terjadi kesalahan penulisan).

Jaringan Pelaku dan Seruan Kewaspadaan
Fakta mengejutkan lainnya adalah dugaan keterlibatan pihak lain dalam aksi bejat ini. Akun @aarumanis menegaskan bahwa JHPM tidak bertindak sendirian. "Pelaku kemungkinan memiliki jaringan yang membantunya menjual konten ilegal," tulis akun tersebut, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kasus ini pun menuai kecaman luas. Netizen menuntut pihak kampus dan kepolisian bertindak tegas. "Sebagai institusi ternama, Unair harus memberikan sanksi tegas dan memastikan tidak ada korban lain, " komentar salah satu warganet.

Respons Unair dan Langkah Hukum
Hingga berita ini diturunkan, pihak Unair belum memberikan pernyataan resmi. Namun, berdasarkan pantauan BeritaHits , JHPM diketahui telah lulus sejak 2020, sehingga statusnya sebagai alumnus tidak lagi terkait dengan kebijakan disipliner kampus. Meski demikian, kasus ini tetap menjadi preseden buruk bagi reputasi universitas.

Di sisi lain, Polda Jawa Timur dikabarkan tengah menyelidiki kasus ini. Barang bukti berupa unggahan di media sosial dan testimoni korban sedang dikumpulkan untuk menjerat pelaku dengan Pasal 36 UU ITE dan Pasal 296 KUHP tentang pornografi dan pelecehan seksual.

Masyarakat Diminta Proaktif
Kasus ini menjadi pengingat akan maraknya kejahatan digital yang memanfaatkan privasi korban untuk keuntungan pribadi. Masyarakat, terutama perempuan, diimbau untuk:

Selalu memeriksa keamanan ruang privat seperti toilet umum.
Melaporkan akun atau konten mencurigakan ke platform media sosial atau pihak berwajib.
Meningkatkan literasi digital untuk menghindari eksploitasi data pribadi.
Kesimpulan
Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan JHPM tidak hanya mencoreng nama baik almamater, tetapi juga mengancam keamanan publik. Kasus ini harus menjadi momentum bagi pemerintah dan institusi pendidikan untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap kejahatan seksual di ruang publik. Bagi pembaca yang memiliki informasi terkait kasus ini, segera laporkan ke nomor darurat 110 atau hotline perlindungan perempuan di 129.

 

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru