unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Bisakah WhatsApp Jadi 'Rumah' untuk Chatbot?
News

Bisakah WhatsApp Jadi 'Rumah' untuk Chatbot?

Bisakah WhatsApp Jadi 'Rumah' untuk Chatbot?
hp • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Bisakah WhatsApp Jadi 'Rumah' untuk Chatbot?

WhatsApp kini menjadi lebih dari sekadar aplikasi pesan instan. Platform yang telah digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia ini, kini juga menjadi "rumah" bagi berbagai chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih. Sejumlah perusahaan teknologi besar, baik dari Meta, OpenAI, hingga Microsoft, telah meluncurkan chatbot AI mereka di WhatsApp, membawa pengalaman baru bagi penggunanya.

Pada minggu lalu, WhatsApp resmi kedatangan dua chatbot AI terbaru, Meta AI dan ChatGPT, yang semakin melengkapi chatbot Microsoft Copilot yang telah hadir dua bulan sebelumnya. Kehadiran tiga chatbot besar ini menunjukkan bahwa WhatsApp semakin menjelma menjadi platform yang bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk memanfaatkan teknologi canggih langsung dari aplikasi.
Meta AI: Membuat Konten Visual Lewat Perintah Teks

Salah satu inovasi yang hadir di WhatsApp adalah Meta AI, chatbot yang dikembangkan oleh Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram. Pengumuman integrasi Meta AI ke WhatsApp pertama kali dilakukan pada bulan April lalu, namun pengguna di Indonesia baru bisa mencoba chatbot ini beberapa waktu belakangan. Saat ini, Meta AI dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp versi 2.24.24.77 untuk Android.

Setelah pengguna menginstal aplikasi WhatsApp terbaru, Meta AI akan muncul di bagian atas aplikasi, tepat di atas menu "Diarsipkan." Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan chatbot, baik untuk menjawab pertanyaan, membuat gambar, maupun menghasilkan animasi foto dalam waktu nyata. Meta AI menggunakan model bahasa Llama 3.2 yang dikembangkan oleh Meta untuk memberikan respons yang lebih alami dan relevan terhadap setiap perintah teks yang diberikan.

Sebagai contoh, ketika pengguna bertanya tentang cuaca di Jakarta, Meta AI memberikan informasi yang sangat rinci dan akurat, lengkap dengan tautan yang mengarah ke situs BMKG sebagai referensi. Selain itu, pengguna juga dapat meminta Meta AI untuk membuat gambar atau animasi foto, meskipun hasilnya masih terbatas pada rasio 1:1. Yang menarik, tidak ada batasan kuota bagi pengguna untuk bertanya atau membuat gambar, dan seluruh fitur ini dapat diakses secara gratis.

Tidak hanya itu, Meta AI juga dapat memberikan berbagai rekomendasi, mulai dari tempat makan, ide dekorasi rumah, hingga menjawab berbagai pertanyaan umum lainnya. Kehadiran Meta AI di WhatsApp memberikan pengguna di Indonesia lebih banyak opsi untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain.
ChatGPT: Pengalaman Chatbot dari OpenAI yang Eksperimental

Selain Meta AI, WhatsApp juga kini menjadi rumah bagi ChatGPT, chatbot canggih buatan OpenAI yang telah populer di kalangan pengguna internet. Untuk mengakses ChatGPT di WhatsApp, pengguna cukup menyimpan nomor +1-800-CHATGPT atau +1-800-2428478 ke dalam kontak mereka.

Namun, perlu diketahui bahwa ChatGPT di WhatsApp masih berada dalam tahap eksperimental. Hal ini berarti fitur-fitur yang tersedia mungkin akan berubah seiring berjalannya waktu. OpenAI mengumumkan layanan ini melalui situs web dan media sosial resminya, yang menyatakan bahwa pengguna kini bisa berinteraksi langsung dengan ChatGPT di WhatsApp.

Berbeda dengan Meta AI yang mendukung pembuatan gambar, ChatGPT di WhatsApp hanya mendukung percakapan berbasis teks. Meskipun demikian, ChatGPT tetap menggunakan model bahasa ChatGPT o1-mini, yang menjamin kualitas percakapan yang serupa dengan versi webnya. Pengguna masih bisa mendapatkan berbagai jawaban atas pertanyaan, ide-ide kreatif, dan bahkan saran-saran menarik, meskipun ChatGPT belum dapat memproses perintah berbasis suara atau gambar seperti Meta AI.
Copilot Microsoft: Menjawab Pertanyaan dan Membuat Gambar Sederhana

Sebelumnya, Microsoft juga telah memperkenalkan chatbot AI mereka di WhatsApp, yaitu Copilot. Chatbot ini dapat diakses oleh pengguna dengan menekan tombol "try me" di halaman resmi Microsoft atau dengan memindai QR code yang disediakan. Akun Copilot di WhatsApp dilengkapi dengan centang biru, yang menunjukkan bahwa akun tersebut telah terverifikasi.

Copilot memungkinkan pengguna untuk bertanya berbagai hal, mulai dari rekomendasi tempat makan, hingga membuat gambar sederhana seperti kucing yang sedang tidur. Namun, kemampuan Copilot masih terbatas, terutama dalam hal pembuatan gambar yang lebih kompleks. Chatbot ini juga dapat digunakan secara gratis, dan merupakan bagian dari program Microsoft Copilot for Social Apps.

Kehadiran Copilot di WhatsApp menambah variasi pilihan chatbot berbasis AI yang bisa digunakan oleh pengguna. Dengan kemampuan untuk menjawab pertanyaan dan menghasilkan gambar sederhana, Copilot memberikan pengalaman baru bagi mereka yang ingin memanfaatkan AI untuk kebutuhan sehari-hari.
WhatsApp Semakin Canggih dengan Kehadiran Chatbot AI

Dengan kehadiran Meta AI, ChatGPT, dan Copilot, WhatsApp kini tidak hanya menjadi tempat untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi platform yang semakin canggih. Ketiga chatbot ini memiliki fitur unik masing-masing, mulai dari kemampuan membuat gambar hingga menjawab pertanyaan yang kompleks. Pengguna WhatsApp di Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara langsung melalui aplikasi yang mereka gunakan setiap hari.

Sebagai platform pesan instan yang sudah digunakan oleh jutaan orang, integrasi chatbot AI ini semakin memperkuat posisi WhatsApp sebagai aplikasi serbaguna. Kini, selain berkomunikasi dengan teman dan keluarga, pengguna WhatsApp dapat mengakses berbagai teknologi canggih yang dapat membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mendapatkan informasi cuaca, membuat gambar, hingga mencari rekomendasi tempat makan.

Melihat potensi besar ini, tidak mengherankan jika WhatsApp akan terus berinovasi dan menambah lebih banyak fitur yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Jadi, untuk Anda yang ingin merasakan pengalaman baru dalam berkomunikasi dan menjelajahi kecerdasan buatan, WhatsApp kini menjadi pilihan yang semakin menarik.
***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru