unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Tampang Pria yang Nekat Seberangi Rel Saat Portal Ditutup Hingga Tewas Terlindas Kereta Api, Benarkah Bunuh Diri?
News

Tampang Pria yang Nekat Seberangi Rel Saat Portal Ditutup Hingga Tewas Terlindas Kereta Api, Benarkah Bunuh Diri?

Tampang Pria yang Nekat Seberangi Rel Saat Portal Ditutup Hingga Tewas Terlindas Kereta Api, Benarkah Bunuh Diri?
kereta • 652234/pixabay
A A Ukuran Teks16px

Tampang Pria yang Nekat Seberangi Rel Saat Portal Ditutup Hingga Tewas Terlindas Kereta Api, Benarkah Bunuh Diri?

Tragedi di Perlintasan Cimindi: Pria Nekat Seberangi Rel Saat Portal Ditutup, Tertabrak Kereta dan Meninggal Dunia

Sebuah insiden memilukan terjadi di perlintasan kereta api Cimindi, Kota Cimahi, pada Selasa, 3 Juni 2025. Seorang pria dinyatakan tewas setelah nekat menyeberang meskipun portal perlintasan dalam keadaan tertutup dan sinyal peringatan sudah aktif. Kejadian ini sempat terekam dalam sebuah video yang kini tengah viral di media sosial.

Video berdurasi singkat tersebut diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) dengan nama pengguna @B3doel___, yang langsung menjadi viral dan menyita perhatian publik. Dalam narasi unggahannya, akun tersebut menjelaskan bahwa korban meninggal di lokasi kejadian setelah tertabrak kereta api yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Kronologi Tragis
Dari rekaman video tampak sejumlah warga sedang menunggu di perlintasan rel kereta api Cimindi. Portal penutup perlintasan dalam posisi tertutup, menandakan bahwa jalur kereta sedang aktif dan akan ada kereta lewat. Namun, justru saat itulah seorang pria berpakaian gelap mulai berjalan menyeberang.

Saat bersamaan, dari arah utara terlihat kereta api mendekat dengan kecepatan cukup tinggi. Korban tidak menyadari bahaya yang mengancam. Meski beberapa orang tampak memberikan aba-aba atau mencoba mencegah, pria tersebut tetap melanjutkan langkahnya ke tengah rel.

Akhirnya, tabrakan tak terhindarkan. Benturan keras terjadi dan tubuh korban terseret hingga beberapa meter dari titik pertama kali terkena. Warga yang berada di lokasi langsung panik dan berusaha memberikan pertolongan.

Respons Petugas
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian dan tim medis segera tiba di lokasi kejadian. Proses evakuasi pun dilakukan secara cepat guna membawa jasad korban ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga kini, pihak berwenang belum merilis informasi resmi mengenai identitas korban. Hal ini masih dalam penyelidikan polisi, termasuk motif mengapa korban nekat menyeberang saat kondisi perlintasan dalam keadaan tertutup.

Maraknya Pelanggaran di Perlintasan
Kejadian ini kembali mengundang keprihatinan masyarakat, terlebih karena insiden serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah Jawa Barat. Meski telah dilengkapi dengan palang pintu otomatis dan lampu peringatan, masih banyak masyarakat yang abai terhadap aturan keselamatan di perlintasan kereta api.

Kecelakaan seperti ini bisa dicegah jika masyarakat lebih disiplin dan menghormati rambu serta tanda bahaya. Sayangnya, perilaku nekat dan kurangnya kesadaran akan keselamatan diri sendiri justru menjadi biang keladi dari tragedi semacam ini.

Ajakan untuk Lebih Waspada
Pihak PT KAI (Kereta Api Indonesia) dan instansi terkait terus mengimbau masyarakat agar tidak menyeberang di perlintasan ketika palang pintu sedang turun atau sirene sudah berbunyi. Selain itu, mereka juga gencar melakukan edukasi tentang pentingnya keselamatan di area perlintasan kereta.

“Jangan anggap remeh perlintasan kereta. Satu detik saja lengah, nyawa taruhannya,” ujar salah satu petugas keamanan perlintasan di Cimahi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru