unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Perlukah Mencuci Daging Kurban Sebelum Dimasak? Ini Panduan Lengkap dari Ahli dan Koki Profesional
News

Perlukah Mencuci Daging Kurban Sebelum Dimasak? Ini Panduan Lengkap dari Ahli dan Koki Profesional

Perlukah Mencuci Daging Kurban Sebelum Dimasak? Ini Panduan Lengkap dari Ahli dan Koki Profesional
daging • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Perlukah Mencuci Daging Kurban Sebelum Dimasak? Ini Panduan Lengkap dari Ahli dan Koki Profesional

Setiap momen Idul Adha tiba, masyarakat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia memperingati hari raya kurban dengan memotong hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba. Setelah daging dibagikan, biasanya muncul pertanyaan yang sering terlontar: "Apakah daging kurban perlu dicuci sebelum dimasak?" Pertanyaan ini bukan tanpa alasan, mengingat soal kebersihan dan keselamatan pangan menjadi sangat penting.

Beberapa waktu lalu, sempat viral rekomendasi dari para ahli maupun koki profesional yang menyatakan bahwa daging merah tidak perlu dicuci sebelum dimasak. Alasannya adalah untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri dari air cuci yang bisa menyebar ke permukaan daging. Namun, apakah aturan ini juga berlaku untuk daging kurban?

Daging Kurban Punya Kondisi Khusus
Ternyata, dalam kasus daging kurban, pendapat tersebut bisa memiliki pengecualian tersendiri. Hal ini disampaikan oleh Stefu Santoso, Executive Chef dari Aprez Catering by Amuz Group. Menurutnya, mencuci daging kurban boleh dilakukan, bahkan sebaiknya wajib dilakukan jika ada keraguan terhadap tingkat higienis tempat pemotongan hewan.

“Kalau kita tahu bahwa setelah dipotong daging itu ditaruh di lantai, sebaiknya dicuci dulu. Kemudian disimpan dalam plastik, lalu divakum,” ujar Stefu menjelaskan. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa kondisi lingkungan dan proses pasca-pemotongan hewan sangat memengaruhi keputusan apakah daging perlu dicuci atau tidak.

Pandangan senada juga tertuang dalam buku berjudul "Teknik Pemotongan Hewan Kurban" (2021) yang ditulis oleh Supriyanto. Buku ini membahas secara detail kapan daging hasil kurban diperbolehkan dicuci dan kapan sebaiknya tidak. Salah satu poin utama yang dijelaskan adalah terkait penyimpanan dan penggunaan daging tersebut.

Waktu Memasak Jadi Pertimbangan Utama
Jika daging tidak langsung dimasak, pencucian justru bisa meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Air yang digunakan untuk mencuci dapat menjadi media penyebaran mikroorganisme, terutama bila daging kemudian disimpan dalam suhu ruang atau pendingin tanpa dikeringkan terlebih dahulu.

Namun, jika daging akan langsung dimasak atau segera disimpan dalam freezer dengan suhu di bawah nol derajat Celsius, maka mencuci daging diperbolehkan. Suhu beku sendiri efektif menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga daging tetap aman dikonsumsi meskipun telah dicuci sebelumnya.

Cara Tepat Mencuci Daging Kurban Agar Tetap Higienis
Executive Chef Nube9, Heri Ericson, juga menyetujui pendapat bahwa mencuci daging merah — terutama daging kurban — bukanlah hal yang salah. Bahkan, ia menilai mencuci daging adalah langkah yang masuk akal, terutama jika daging tersebut dibeli dari pasar tradisional di mana kondisi higienitasnya tidak sepenuhnya terjamin.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru