Viral Dugaan Penggelapan Dana Yearbook Senilai Rp53 Juta oleh Siswi SMAN di Pemalang, Begini Kronologinya

Viral Dugaan Penggelapan Dana Yearbook Senilai Rp53 Juta oleh Siswi SMAN di Pemalang, Begini Kronologinya

Aufa-Instagram-

Viral Dugaan Penggelapan Dana Yearbook Senilai Rp53 Juta oleh Siswi SMAN di Pemalang, Begini Kronologinya

Pada beberapa hari terakhir, jagat media sosial khususnya TikTok diramaikan dengan beredarnya sebuah postingan yang menuding seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Pemalang atas dugaan penggelapan dana yearbook atau buku kenangan sekolah. Total kerugian yang disebutkan mencapai puluhan juta rupiah, tepatnya sekitar Rp53 juta .



Kabar ini mulai menyebar luas setelah akun TikTok @stopppcigretz mengunggah cerita lengkap mengenai kronologi kejadian tersebut. Unggahan tersebut mendapat perhatian besar dari netizen, baik dari kalangan pelajar, orang tua, maupun masyarakat umum yang prihatin akan adanya dugaan penyalahgunaan dana kolektif oleh oknum siswa.

Awal Mula Kasus Terungkap
Menurut narasi yang diposting oleh akun tersebut, inisial pelaku adalah ANP , seorang siswi aktif di salah satu SMAN di Pemalang. ANP diketahui ditunjuk sebagai panitia dalam pembuatan yearbook sekolah. Sebagai bagian dari panitia, ia bertugas mengelola dana yang telah dikumpulkan dari para siswa untuk cetak buku tahunan tersebut.

Namun, sayangnya tugas itu tidak dilaksanakan dengan baik. Uang hasil iuran dari teman-temannya diduga digunakan untuk keperluan pribadi hingga hilang begitu saja.



Hilangnya DP Pertama Senilai 13 Juta Rupiah
Kejanggalan pertama mulai muncul saat vendor percetakan meminta pembayaran DP pertama sebesar Rp16.038.000 . Namun, ANP mengaku hanya memiliki uang sekitar Rp3 juta , sementara sisa uang DP tersebut—sekitar Rp13 juta —diklaim telah hilang.

Dalam penjelasannya, ANP menyatakan bahwa uang tersebut disimpan dalam dompet dan diikat dengan plastik. Sayangnya, uang itu tidak kunjung ditemukan, sehingga keluarga ANP memutuskan untuk membantu melunasi DP pertama tersebut agar proses pencetakan bisa dimulai.

DP Kedua Berhasil Dibayarkan
Setelah DP pertama diselesaikan, proses selanjutnya pun berjalan. Vendor kemudian meminta pembayaran DP kedua sebesar Rp37.422.000 . Untungnya, ANP berhasil membayarkannya sesuai nominal yang diminta. Hingga tahap ini, tampaknya semua berjalan lancar.

Namun, masalah kembali muncul menjelang pembayaran DP ketiga.

Uang Rp30 Juta Kembali Hilang
Sebelum pembayaran DP ketiga, ternyata uang sebesar Rp30 juta yang juga disimpan dalam dompet tiba-tiba menghilang. Kejadian ini membuat rekening ANP hanya tersisa sekitar Rp3 juta , padahal tagihan DP ketiga yang harus dibayarkan kepada vendor mencapai Rp47.768.000 .

Akibatnya, proyek cetak yearbook terancam batal karena pembayaran tidak dapat diselesaikan. Para siswa yang sudah membayar iuran menjadi resah, sementara pihak vendor mulai memberikan ultimatum.

Total Kerugian Capai Rp53 Juta
Setelah dilakukan perhitungan secara keseluruhan, total dana yang belum terselesaikan mencapai Rp53.460.000 . Ini merupakan jumlah yang cukup fantastis untuk ukuran seorang pelajar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak sekolah, orang tua ANP, maupun pihak terkait lainnya. Banyak pihak berharap agar kasus ini segera diusut tuntas agar tidak merusak citra dunia pendidikan di Pemalang.

Netizen Bereaksi
Postingan viral tersebut langsung menuai banyak komentar dari warganet. Sebagian besar netizen menyayangkan kejadian ini, terlebih lagi jika benar terjadi penyelewengan dana yang bersumber dari iuran siswa.

“Harusnya sih lebih teliti lagi dalam memilih panitia,” tulis seorang netizen.

“Kalau nggak bisa dipercaya, jangan mau jadi bendahara. Malu-maluin banget,” tambah yang lain.

Beberapa netizen juga menyarankan agar pihak sekolah melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan dana ekstrakurikuler dan proyek-proyek sekolah lainnya. Selain itu, mereka menyarankan agar dilakukan audit transparan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya