Senja Fithrani Borgin Anaknya Siapa? Inilah Biodata Asisten Pribadi Rudy Mas’ud Gubernur Kaltim yang Diduga Mengintimidasi Wartawan, Bukan Orang Sembarangan?
Viral! Asisten Pribadi Gubernur Kaltim, Senja Fithrani Borgin: Intimidasi Wartawan hingga Permintaan Maaf dari Rudy Mas’ud
Kalimantan Timur (Kaltim) – Dunia pers dan masyarakat luas di Tanah Air kembali dibuat heboh dengan viralnya seorang asisten pribadi Gubernur Kalimantan Timur, Senja Fithrani Borgin . Wanita yang akrab disapa Senja ini menjadi sorotan setelah terlibat dalam insiden yang dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap awak media.
Insiden tersebut terjadi pada Senin, 21 Juli 2025 , di kantor Gubernur Kalimantan Timur. Saat itu, Senja terekam dalam sebuah video yang menunjukkan dirinya berbicara dengan nada tajam kepada seorang wartawan yang sedang melakukan sesi wawancara. Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial, khususnya melalui akun TikTok @lambehitam431, dan langsung memicu reaksi berantai dari publik.
Video Viral Intimidasi Wartawan oleh Asisten Gubernur
Dalam video yang beredar, terlihat Senja Fithrani Borgin berkata dengan nada tegas, “Tandain, tandain.” Ucapan tersebut langsung menuai kritik tajam karena dianggap sebagai bentuk intimidasi dan ancaman terhadap wartawan. Banyak pihak menilai bahwa ucapan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang asisten pribadi pejabat publik, apalagi dalam situasi profesional seperti wawancara media.
Aksi Senja pun menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk pegiat pers, aktivis, dan netizen. Banyak yang menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan kurangnya etika dan profesionalitas dalam menangani hubungan dengan media massa.
Gubernur Kaltim Angkat Bicara dan Minta Maaf
Melihat semakin memanasnya isu ini, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud , akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, Rudy menyampaikan permintaan maaf atas perilaku asisten pribadinya tersebut.
“Saya atas nama diri pribadi dan pemerintah provinsi menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut,” ujar Rudy Mas’ud dalam konferensi pers singkat yang disiarkan secara daring.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh asisten pribadinya tidak mewakili sikap resmi pemerintah daerah. Rudy berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan menjanjikan akan melakukan evaluasi internal terhadap stafnya.
Mengenal Lebih Dekat Senja Fithrani Borgin
Senja Fithrani Borgin, wanita yang kini menjadi pusat perhatian publik, diketahui merupakan asisten pribadi dari Gubernur Rudy Mas’ud. Sebelum menjabat di posisinya saat ini, ia dikabarkan memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang administrasi serta komunikasi.
Melalui akun Instagram pribadinya, @princessborgin , Senja terlihat aktif membagikan momen-momen kehidupan pribadinya, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga kunjungan kerja bersama Gubernur. Akun tersebut memiliki cukup banyak pengikut, yakni sekitar 3.375 followers .
Beberapa unggahan di akunnya menunjukkan bahwa Senja memiliki gaya hidup yang aktif dan menarik perhatian. Ia kerap membagikan foto-foto dengan latar kegiatan sosial, fashion, hingga dokumentasi kegiatan resmi pemerintahan.
Namun, setelah insiden intimidasi wartawan ini viral, akun @princessborgin pun menjadi sorotan. Banyak netizen yang mencoba mengorek informasi lebih lanjut tentang dirinya, termasuk komentar-komentar di unggahan terbarunya.
Reaksi Publik dan Pegiat Pers
Reaksi terhadap kejadian ini pun datang dari berbagai pihak. Banyak pegiat pers dan organisasi wartawan yang mengecam tindakan Senja. Mereka menilai bahwa intimidasi terhadap wartawan adalah pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan pers.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana pejabat publik dan timnya tidak menghargai peran media. Media adalah mitra pemerintah, bukan musuh,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Kalimantan Timur.
Beberapa akun media sosial juga ikut angkat suara, menyerukan perlunya perlindungan terhadap wartawan dan agar pemerintah daerah bisa menjaga profesionalitas dalam hubungan dengan media.
Harapan ke Depan: Perlindungan Wartawan dan Evaluasi Internal
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama pejabat publik, untuk menjaga etika dan profesionalitas dalam berinteraksi dengan media. Perlindungan terhadap wartawan harus menjadi prioritas, karena kebebasan pers adalah salah satu pilar demokrasi.
Gubernur Rudy Mas’ud sendiri telah menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh staf, termasuk asisten pribadinya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalin hubungan yang baik dengan media massa ke depannya.