Ribuan Buruh Turun ke Jalan, 2.608 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Demo di Surabaya

Ribuan Buruh Turun ke Jalan, 2.608 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Demo di Surabaya

surabaya-pixabay-

Ribuan Buruh Turun ke Jalan, 2.608 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Demo di Surabaya

Ribuan buruh dari berbagai kawasan industri di Jawa Timur memadati jantung Kota Surabaya pada Kamis (28/8/2025) dalam aksi unjuk rasa besar-besaran yang digagas oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung, aparat kepolisian mengerahkan 2.608 personel gabungan dari jajaran Polrestabes Surabaya dan Polres-polres di wilayah Jawa Timur.



Aksi yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB dari titik kumpul di Cito Mall Surabaya ini menarik perhatian publik, baik dari kalangan pekerja, masyarakat umum, hingga pemerintah daerah. Massa buruh yang diperkirakan mencapai 3.000 orang bergerak dengan tertib dalam long march menuju pusat pemerintahan di Surabaya, menuntut sejumlah perbaikan dalam kebijakan ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Fokus Pengamanan di Tiga Titik Strategis
Dalam upaya mencegah potensi kerusuhan atau gangguan keamanan, Polrestabes Surabaya menetapkan tiga titik fokus pengamanan utama. Ketiga lokasi tersebut adalah Kantor Gubernur Jawa Timur, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, serta Gedung Negara Grahadi—yang merupakan kompleks kantor dan kediaman resmi Gubernur Jatim.

AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan, Kepala Seksi Humas Polrestabes Surabaya, menjelaskan bahwa penempatan personel dilakukan secara strategis untuk memastikan aksi massa tetap kondusif dan tidak meluas ke area yang tidak terkait dengan aspirasi buruh.



"Sebanyak 2.608 personel gabungan telah dikerahkan sesuai dengan rencana pengamanan yang telah kami susun jauh hari. Mereka tersebar di tiga titik vital yang menjadi sasaran aksi, termasuk dari jajaran Polres lainnya yang membantu pengamanan. Tujuan utama kami adalah menjaga agar aksi berjalan damai, tertib, dan lancar tanpa ekses negatif," ujar Rina dalam keterangan pers di sela-sela pengamanan.

Pendekatan Humanis Dikedepankan
Dalam menghadapi aksi massa, pihak kepolisian memilih pendekatan humanis sebagai strategi utama. Para personel yang bertugas dilatih untuk bersikap persuasif, menghindari tindakan represif, serta tetap menjaga komunikasi terbuka dengan perwakilan massa.

"Kami tidak ingin ada kesalahpahaman. Polisi hadir bukan untuk menghalangi hak menyampaikan pendapat, melainkan untuk memastikan bahwa proses demokrasi ini berjalan dengan aman dan damai. Kami mengedepankan dialog, bukan konfrontasi," tegas Rina.

Pendekatan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk aktivis buruh dan pengamat sosial. Mereka menilai langkah kepolisian yang menjaga ketertiban tanpa mengintimidasi massa merupakan langkah positif dalam menjaga stabilitas sosial di tengah gelombang protes.

Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
Dampak dari aksi unjuk rasa juga terasa di sektor transportasi. Untuk mengantisipasi kemacetan parah dan memastikan kelancaran arus kendaraan di luar kawasan aksi, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya memberlakukan rekayasa lalu lintas secara dinamis sejak pagi hari.

Beberapa ruas jalan utama di pusat kota mengalami penutupan sementara atau pengalihan arus. Di antaranya:

Arus kendaraan dari Jalan Stasiun Kota menuju Jalan Pahlawan dialihkan ke Jalan Semut Madya Indah.
Jalur dari Jagalan menuju Pasar Besar ditutup total dan dialihkan ke Jalan Peneleh.
Kendaraan dari Jalan Bubutan menuju Jalan Pahlawan diarahkan melalui Jalan Indrapura dan Jalan Stasiun Kota.
Arus dari Jalan Veteran ke Jalan Pahlawan juga dialihkan ke jalur alternatif yang sama.
"Kami mohon kerja sama dari masyarakat pengguna jalan untuk menghindari kawasan yang menjadi titik aksi. Gunakan rute alternatif atau pilih waktu perjalanan di luar jam puncak agar tidak terjebak kemacetan," imbau Rina.

Buruh Sampaikan Tuntutan Inti
Dalam orasinya di depan Kantor DPRD Jawa Timur, perwakilan KSPI menyampaikan sejumlah tuntutan pokok yang menjadi inti aksi. Antara lain:

Peninjauan ulang upah minimum provinsi (UMP) agar lebih sesuai dengan inflasi dan kebutuhan hidup layak.
Perlindungan lebih kuat terhadap pekerja kontrak dan outsourching yang rentan terhadap PHK sepihak.
Perbaikan sistem jaminan sosial dan kesehatan bagi pekerja informal dan harian lepas.
Penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan buruh, termasuk revisi UU Ketenagakerjaan yang dinilai tidak pro buruh.
"Kami bukan datang untuk mengganggu ketertiban, tapi untuk mengingatkan bahwa hak-hak buruh masih banyak yang terabaikan. Kami ingin pemerintah mendengar suara rakyat pekerja," ujar Dedi, salah satu koordinator aksi dari KSPI.

Masyarakat Diimbau Waspada dan Bijak
Selain mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur yang terdampak aksi, pihak kepolisian juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh informasi hoaks atau provokasi di media sosial. Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh perkembangan situasi akan disampaikan secara transparan melalui kanal resmi.

"Kami terus memantau situasi secara real-time. Tidak ada gesekan serius hingga saat ini. Aksi berlangsung damai, dan kami akan terus siaga hingga massa membubarkan diri secara tertib," tambah Rina.

Baca juga: Daftar 10 Rating dengan Drama dan Acara Seru di TV Nasional Hari ini 29 Agustus 2025 Dari Sinetron Cinta hingga Komedi Ringan yang Wajib Ditonton

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya