CCTV Jakarta Pusat Mendadak Offline Saat Demo Ricuh 28 Agustus: Tanda Tanya Besar di Tengah Tragedi Kematian Ojol

CCTV Jakarta Pusat Mendadak Offline Saat Demo Ricuh 28 Agustus: Tanda Tanya Besar di Tengah Tragedi Kematian Ojol

Affan-Instagram-


CCTV Jakarta Pusat Mendadak Offline Saat Demo Ricuh 28 Agustus: Tanda Tanya Besar di Tengah Tragedi Kematian Ojol

Aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Agustus 2025, berubah menjadi tragedi kelam setelah situasi yang awalnya damai berujung pada kerusuhan. Yang lebih mencengangkan, sejumlah kamera pengawas (CCTV) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan tersebut tiba-tiba offline secara massal, tepat di saat kerusuhan mulai memanas. Kejadian ini memicu spekulasi luas di media sosial, terutama setelah seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan tewas akibat tertabrak mobil Baracuda milik Brimob.



Insiden yang terjadi di tengah protes menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tuntutan reformasi kebijakan ekonomi itu kini menjadi sorotan nasional. Namun, yang paling mengguncang publik bukan hanya korban jiwa, melainkan hilangnya rekaman visual dari lokasi kejadian akibat down-nya sistem CCTV di berbagai titik strategis Jakarta Pusat.

CCTV Mati Massal: Kebetulan atau Ada Skenario?
Dalam sebuah cuitan viral di platform X (dulu Twitter), akun @gendut4444 membagikan tangkapan layar dari situs resmi pemantauan CCTV milik Pemprov DKI Jakarta. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa dari 12 titik kamera yang biasanya aktif 24 jam, hanya tersisa satu kamera yang masih menayangkan kondisi lalu lintas secara live. Sisanya menampilkan layar hitam dengan keterangan “Offline” atau “Tidak Tersedia”.

“Mau bunuh orang ya kalian hari ini dimatiin semua @divhumas-polri?,” tulis akun tersebut dengan nada kesal, menyentil akun resmi Divisi Humas Polri. Cuitan ini cepat menyebar, telah dilihat lebih dari 486.7 ribu pengguna, mendapat ratusan retweet, dan memicu perdebatan sengit di kolom komentar.



Banyak netizen yang menilai kejadian ini bukan sekadar kebetulan. Mereka mengaitkannya dengan sejumlah kasus sebelumnya di mana CCTV selalu rusak atau tidak berfungsi saat peristiwa kontroversial terjadi. Salah satu yang sering disebut adalah kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, di mana CCTV di lokasi kejadian juga diklaim “tiba-tiba mati”.

“Waduh, pembunuhan berencana itu,” komentar akun @pelat_baja, mencerminkan kecurigaan sebagian besar warganet.

Akun @syarifjabbar menambahkan, “Kasus Sambo dulu gimana sih bang wkwkwk, CCTV auto rusak secara tiba-tiba, kaget banget loh. Sekarang kejadian lagi?”

Sementara itu, akun @bt21nunna menyampaikan kecaman tajam: “Wah, kalau iya disengaja dan ada korban meninggal, bisa dibilang pembunuhan berencana dong ini?”

Tragedi Ojol Tertabrak Mobil Brimob: Detik-detik yang Tak Terekam
Korban tewas, yang diketahui bernama Rudi Hartono (34), seorang pengemudi ojek online asal Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dilaporkan sedang melintas di Jalan Gatot Subroto saat kerusuhan pecah. Menurut keterangan saksi mata, Rudi sempat berusaha menghindar dari kerumunan massa yang mulai berhadapan dengan aparat kepolisian.

Namun, dalam situasi kacau, mobil Baracuda milik Detasemen Khusus Brimob Polri yang sedang bergerak mundur tiba-tiba menabrak Rudi. Mobil itu bahkan dilaporkan menyeret korban hingga beberapa meter sebelum berhenti. Rekaman video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi korban yang sudah tak bergerak dengan luka parah di kepala dan tubuhnya.

Yang menjadi pertanyaan besar: mengapa tidak ada rekaman resmi dari CCTV yang bisa memperjelas kronologi insiden tersebut? Padahal, jalan Gatot Subroto merupakan salah satu arteri utama di Jakarta yang dilengkapi sistem pengawasan canggih.

Respons Pemerintah dan Polri: Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Kepolisian Republik Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan sistem CCTV di Jakarta Pusat. Divisi Humas Polri hanya menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tabrakan yang menewaskan pengemudi ojol, namun tidak menjawab pertanyaan soal kenapa sistem pengawasan kota tiba-tiba lumpuh.

Baca juga: Profil Tampang Akun Instagram @dhaniccc_26 Setelah Viral di Tengah Tragedi Rantis Brimob Lindas Ojol, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya