10 Daftar Acara dan Sinetron dengan Rating Terbaik Hari ini 12 Januari 2026 ada Asmara Gen Z yang Semakin Terpuruk
Asmara gen z-Instagram-
10 Daftar Acara dan Sinetron dengan Rating Terbaik Hari ini 12 Januari 2026 ada Asmara Gen Z yang Semakin Terpuruk
Deretan Sinetron dan Program Unggulan 2026 yang Bikin Penonton Betah di Depan Layar
Di tengah persaingan ketat industri hiburan tanah air, stasiun televisi nasional terus berinovasi dengan menghadirkan sederet program menarik—mulai dari sinetron penuh drama hingga talkshow viral yang menyentuh isu kekinian. Tahun 2026 ini, lima jaringan besar—Indosiar, SCTV, Trans7, dan RCTI—kembali mencuri perhatian penonton lewat konten-konten orisinal yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyuguhkan nilai emosional, relasi manusia, hingga potret realitas generasi muda.
Berikut adalah rangkuman program unggulan terbaru yang sedang menjadi buah bibir di media sosial maupun ruang keluarga:
1. Indosiar – “Merangkai Kisah Indah”: Romantika yang Menyentuh Hati
Tayang perdana awal Januari 2026, Merangkai Kisah Indah sukses memikat penonton dengan narasi cinta yang tak biasa. Sinetron produksi SinemArt ini mengisahkan perjalanan dua insan dari latar belakang berbeda yang dipertemukan oleh takdir melalui sebuah toko bunga warisan keluarga. Dengan akting apik para pemain muda dan dialog yang natural, serial ini berhasil mengangkat tema kesabaran, pengorbanan, dan harapan dalam membangun hubungan yang tulus.
Yang membuatnya istimewa adalah pendekatan visualnya yang estetis—setiap adegan seolah lukisan hidup yang memperkuat nuansa romantis tanpa berlebihan. Tak heran jika dalam dua pekan pertama penayangan, Merangkai Kisah Indah langsung masuk lima besar rating harian Indosiar.
2. Indosiar – “BEST JUARA 2 VALEN DA7”: Perayaan Bakat Muda Indonesia
Masih di bawah payung Indosiar, program musik BEST JUARA 2 VALEN DA7 hadir sebagai kelanjutan sukses dari seri sebelumnya. Format kompetisi ini menggabungkan unsur nostalgia dan inovasi, dengan mengundang juara-juara dari berbagai ajang pencarian bakat lintas generasi. Episode spesial bertajuk “Valen DA7” menjadi sorotan karena menampilkan kolaborasi tak terduga antara penyanyi dangdut muda Valen dan legenda musik era 90-an.
Program ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi wadah apresiasi bagi talenta lokal yang kerap terabaikan oleh arus industri musik mainstream. Respons penonton pun sangat positif, terutama di kalangan Gen Z yang mengaku terinspirasi oleh kisah perjuangan para peserta.
3. SCTV – “Beri Cinta Waktu”: Ketika Cinta Butuh Proses
SCTV kembali membuktikan dominasinya di ranah sinetron percintaan lewat Beri Cinta Waktu. Serial ini mengeksplorasi dinamika hubungan modern di mana pasangan muda harus menghadapi ujian waktu, jarak, dan ekspektasi sosial. Alih-alih mengandalkan konflik klise seperti selingkuh atau amnesia, cerita ini fokus pada komunikasi, kepercayaan, dan proses membangun kedewasaan emosional.
Ditulis oleh penulis naskah ternama yang dikenal piawai mengolah emosi penonton, Beri Cinta Waktu sukses menyentuh sensitivitas penonton usia 20–35 tahun. Bahkan, tagar #BeriCintaWaktu sempat trending di Twitter selama tiga hari berturut-turut setelah episode kelima tayang.
4. SCTV – “Cinta Sedalam Rindu”: Drama Keluarga yang Menguras Air Mata
Jika Anda mencari sinetron dengan kedalaman emosional dan kompleksitas hubungan keluarga, Cinta Sedalam Rindu adalah jawabannya. Mengisahkan seorang ibu yang terpisah dari anak kandungnya selama dua dekade akibat intrik keluarga, serial ini menawarkan campuran sempurna antara haru, amarah, dan rekonsiliasi.
Para pemain senior seperti Naysila Mirdad dan Dude Harlino memberikan performa luar biasa, didukung oleh skenario yang matang dan editing yang cermat. Tak mengherankan jika sinetron ini menjadi favorit penonton di atas usia 35 tahun, sekaligus menjadi topik hangat di grup-grup WhatsApp keluarga.
5. Trans7 – “Arisan”: Potret Persahabatan di Balik Gengsi Sosial
Berbeda dari format sinetron konvensional, Arisan yang ditayangkan Trans7 merupakan dramedy (drama-komedi) yang mengupas fenomena arisan sosial di kalangan urban. Lewat karakter-karakter unik—mulai dari ibu rumah tangga perfeksionis hingga influencer yang selalu ingin tampil sempurna—program ini mengkritik secara halus budaya pamer dan tekanan sosial di era digital.
Dengan sentuhan humor segar dan dialog yang relevan, Arisan berhasil menarik penonton lintas usia. Bahkan, banyak netizen mengaku melihat diri mereka sendiri dalam salah satu karakter, menjadikan serial ini sebagai cermin sosial yang menghibur sekaligus reflektif.
6. SCTV – “Asmara Gen Z”: Cinta di Era Swipe Right
Mengambil sudut pandang generasi muda, Asmara Gen Z adalah sinetron pertama di Indonesia yang secara eksplisit menggambarkan dinamika kencan online, ghosting, dan tekanan untuk “trending” di media sosial. Cerita ini mengikuti perjalanan seorang mahasiswa jurusan psikologi yang berusaha menyeimbangkan idealisme cinta dengan realitas dunia digital.
Serial ini mendapat pujian dari psikolog remaja karena mampu menggambarkan tantangan emosional Gen Z tanpa terkesan menggurui. Selain itu, soundtrack aslinya yang dibawakan oleh artis indie lokal juga viral di platform TikTok dan Spotify.
7. Trans7 – “P.O.V Pasti Obrolan Viral”: Talkshow yang Menjawab Rasa Penasaran Netizen
Trans7 kembali membuktikan kepekaannya terhadap tren digital lewat P.O.V Pasti Obrolan Viral. Program talkshow interaktif ini mengundang selebriti, content creator, dan ahli sosial untuk membahas isu-isu viral dari berbagai sudut pandang—mulai dari skandal selebriti hingga fenomena budaya pop seperti “girl dinner” atau “quiet quitting”.
Yang membedakan acara ini dari talkshow lain adalah format POV (Point of View)-nya yang memungkinkan penonton merasa “ada di dalam percakapan”. Setiap episode juga dilengkapi infografis dan data faktual, sehingga tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif.
8. SCTV – “Jejak Duka Diandra”: Perjalanan Pemulihan dari Trauma Masa Kecil
Salah satu sinetron paling berani tahun ini, Jejak Duka Diandra, mengangkat isu trauma psikologis akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan emosional. Berkisah tentang seorang wanita muda yang berusaha membangun hidup baru setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang masa lalu, serial ini bekerja sama dengan lembaga kesehatan mental untuk memastikan representasi yang akurat dan sensitif.
Respons publik sangat kuat—banyak korban KDRT mengaku merasa “terlihat” dan “didengar” melalui karakter Diandra. Bahkan, hotline bantuan psikologis yang disediakan di akhir setiap episode mencatat peningkatan panggilan hingga 70% sejak penayangan perdana.