Data terbaru Mandiri Spending Index (MSI) mengindikasikan pergeseran pola konsumsi masyarakat Indonesia. Tabungan yang menipis mendorong peningkatan penggunaan dana pinjaman untuk belanja.
Hal ini terungkap dalam Laporan Daily Economic and Market Office of Chief Economist Bank Mandiri yang berjudul 'Dinamika Belanja Masyarakat, Tabungan, dan Pinjaman'.
>>> Kejagung Siapkan Infrastruktur Sementara untuk Tujuh Kejari Baru
Laporan tersebut mencatat rata-rata pertumbuhan belanja masyarakat pada awal kuartal III-2026 sebesar 5,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II-2026 yang tumbuh 6,1% dan kuartal I-2026 yang meningkat 6,4%.
Meskipun pertumbuhan belanja masih positif, tingkat tabungan justru melemah. Bersamaan dengan itu, penggunaan pembiayaan atau utang meningkat.
>>> Cara Setting Kamera iPhone 15 untuk Hasil Foto dan Video Profesional
Berdasarkan data MSI, indeks belanja masyarakat pada Juni 2026 mencapai 123,0 atau tumbuh 5,9% secara tahunan.
Data ini dikutip pada Selasa (28/7/2026).
>>> CEO Microsoft: Perusahaan Jangan Bergantung pada Satu Model AI
Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian konsumsi masyarakat semakin ditopang oleh leverage atau dana pinjaman rumah tangga. Pelemahan tabungan dan meningkatnya porsi kredit konsumtif menjadi sinyal yang perlu dicermati.
