Nama Riza Chalid kembali ramai dibahas warganet setelah maraknya aksi unjuk rasa belakangan ini. Di media sosial, khususnya TikTok, namanya disebut-sebut terkait isu keterlibatan dalam demo.
Hingga kini, klaim tersebut beredar sebagai perbincangan warganet dan belum ada keterangan resmi penegak hukum yang mengonfirmasi keterkaitannya.
Jejak Bisnis dan Julukan “Gasoline Godfather”
Di dunia energi, Riza Chalid dikenal sebagai pengusaha lama di sektor perdagangan minyak. Ia disebut sebagai beneficial owner (BO) PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal Merak—dua entitas yang berkaitan dengan logistik serta terminal BBM di Merak, Banten.
Kiprahnya sudah lama dikaitkan dengan jalur impor minyak melalui Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), unit bisnis yang dibubarkan pada 2015. Reputasi itulah yang membuatnya kerap dijuluki “Gasoline Godfather.”
Di luar migas, portofolio bisnis Riza meluas ke hiburan, properti, dan penerbangan: ia tercatat memiliki KidZania Jakarta (Pacific Place), punya kepemilikan saham di AirAsia Indonesia, serta mendirikan Al-Jabr International Islamic School di Jakarta Selatan pada 1994.
Pada 2015, sejumlah publikasi menempatkannya dalam jajaran orang terkaya Indonesia dengan estimasi kekayaan ratusan juta dolar AS.
Kasus Hukum yang Membelit
Sejak pertengahan 2025, Kejaksaan Agung menetapkan Riza sebagai tersangka dalam perkara tata kelola impor/penyediaan minyak mentah dan produk BBM Pertamina. Ia disangka berperan sebagai BO di dua perusahaan tadi. Media juga melaporkan ia berada di luar negeri ketika pemanggilan dilakukan.
Kejaksaan menelusuri dugaan rekayasa kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak—antara pihak swasta dan entitas Pertamina—yang dinilai menyimpang dari ketentuan pengadaan dan merugikan negara.
Dalam rangkaian perkara ini, putranya, Muhammad Kerry Adrianto Riza, lebih dulu dijerat sebagai tersangka pada awal 2025 terkait peran sebagai BO di PT Navigator Khatulistiwa.
Sejumlah laporan juga menyebutkan imigrasi telah mencabut paspor Riza dan otoritas menduga ia berada di luar negeri.
Pernah Terseret Skandal “Papa Minta Saham”
Bagi publik, nama Riza bukan sosok baru. Pada 2015, ia hadir dalam pertemuan yang kemudian memicu skandal “Papa Minta Saham” bersama Setya Novanto dan pimpinan Freeport Indonesia saat itu. Peristiwa tersebut mengguncang politik nasional, meski Riza tak pernah dijerat hukum dalam kasus itu.
Soal Isu Keterlibatan dalam Demo
Isu terbaru yang mengaitkan namanya dengan gelombang demonstrasi muncul dari unggahan dan percakapan warganet. Perlu digarisbawahi, muatan tersebut masih berupa klaim di media sosial dan bukan pernyataan resmi dari lembaga penegak hukum. Publikasi lokal yang menyinggung maraknya penyebutan nama Riza di media sosial turut mempertegas bahwa perbincangan ini mengemuka seiring memanasnya situasi politik.