Warga Halmahera Tengah dikejutkan dengan beredarnya video yang diduga menampilkan tindakan asusila antara seorang pemilik kos dan penghuni laki-lakinya. Informasi yang menyertai video tersebut menyebut adanya dugaan rudapaksa di kawasan Weda Tengah.
Kabar itu pertama kali menyebar melalui pesan berantai di grup WhatsApp warga pada Jumat (13/02/2026). Tak lama berselang, rekaman yang sama beredar luas ke berbagai platform media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat.
Dugaan Terjadi di Sekitar Waebulen
Dalam sejumlah percakapan yang tersebar, peristiwa disebut berlangsung di sebuah rumah kos di wilayah Waebulen. Lokasinya dikabarkan berada di belakang SPBU Waebulen, area yang cukup familiar bagi warga setempat.
Pesan yang beredar menyebut pemilik kos perempuan diduga memaksa salah satu penyewa kamar yang merupakan pria muda. Tangkapan layar percakapan tersebut ikut memperluas penyebaran isu di ruang digital.
Relasi antara pemilik dan penghuni kos menjadi sorotan karena adanya potensi ketimpangan posisi. Status pemilik sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas tempat tinggal dinilai bisa menimbulkan tekanan apabila terjadi dugaan pemaksaan.
Publik Desak Aparat Bertindak
Reaksi masyarakat muncul hampir bersamaan dengan meluasnya video tersebut. Warganet meminta aparat penegak hukum segera menelusuri kebenaran informasi agar tidak berkembang menjadi kabar simpang siur.
Sejumlah laporan media lokal menyebut desakan ditujukan kepada Polsek Weda Tengah untuk melakukan penyelidikan mendalam. Hingga kini, identitas pihak yang diduga terlibat belum diumumkan secara resmi.
Kepolisian Belum Beri Pernyataan Resmi
Sampai Sabtu (14/02/2026), belum ada keterangan terbuka dari Polsek Weda Tengah maupun Polres Halmahera Tengah terkait dugaan kasus tersebut. Keaslian video serta kronologi detail kejadian masih menunggu klarifikasi aparat.
Situasi ini membuat masyarakat menanti langkah hukum yang jelas, mengingat isu kekerasan seksual merupakan perkara sensitif yang harus ditangani secara profesional dan objektif.