unique visitors counter
⌂ Beranda Internasional Dugaan Penyamaran Asal Kurma Israel di Eropa Ini Data dan Aturannya

Dugaan Penyamaran Asal Kurma Israel di Eropa Ini Data dan Aturannya

Dugaan Penyamaran Asal Kurma Israel di Eropa Ini Data dan Aturannya
kurma
A A Ukuran Teks16px

Dugaan penyamaran asal kurma Israel kembali mencuat di pasar Eropa. Sejumlah laporan industri dan kelompok pengawas konsumen menyebut produk yang berasal dari permukiman di Tepi Barat diduga masuk ke pasar melalui negara ketiga dengan label yang tidak mencantumkan lokasi produksi sebenarnya.

Isu ini muncul di tengah meningkatnya kampanye boikot terhadap produk Israel, terutama di negara-negara Eropa dan dunia Muslim. Kompleksitas rantai pasok global disebut membuat pelacakan asal produk menjadi semakin sulit.

Pertumbuhan Pasar Kurma Global

Nilai pasar kurma global pada 2025 tercatat sebesar USD32,7 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi USD34,5 miliar pada 2026. Dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan 6,14 persen, pasar ini diproyeksikan menembus USD55,58 miliar pada 2034.

IN2

Timur Tengah dan Afrika mendominasi produksi dengan kontribusi lebih dari 85 persen pasar global pada 2025 dan kapasitas panen tahunan melebihi sembilan juta ton.

Mesir memimpin produksi dunia dengan lebih dari 1,7 juta ton per tahun. Arab Saudi menyusul di atas 1,5 juta ton, Iran sekitar 1,3 juta ton, dan Aljazair lebih dari 1,1 juta ton.

Israel bukan produsen terbesar, namun dikenal sebagai eksportir utama kurma Medjool premium yang memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa.

in2

Perbedaan Data Produksi dan Ekspor

Data sektor menunjukkan Israel mengekspor sekitar 35.000 ton kurma setiap tahun. Namun, hanya sekitar 8.800 ton yang diproduksi di wilayah Israel yang diakui secara internasional, terutama di Lembah Arava.

Jika angka tersebut akurat, sebagian besar volume ekspor diduga berasal dari perkebunan di Tepi Barat. Wilayah ini secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Sejumlah laporan menyebut produk dari kawasan tersebut kadang hanya diberi label “produk Israel” atau bahkan dikemas ulang melalui negara perantara sebelum masuk ke pasar Uni Eropa.

C
Tim Redaksi
Penulis: Claudya Editor:: Claudya
📰 Update Terbaru