Dari DF-17 hingga Avangard, Negara Besar Berlomba Kembangkan Rudal Hipersonik
Kondisi tersebut membuat waktu reaksi sistem pertahanan menjadi sangat terbatas.
Menurutnya, salah satu solusi yang tengah dipertimbangkan adalah memperkuat sistem sensor berbasis satelit untuk meningkatkan kemampuan deteksi.
Laporan dari Badan Riset Kongres Amerika Serikat juga menyebut bahwa arsitektur sensor yang ada saat ini belum cukup untuk memantau ancaman hipersonik secara efektif.
Perdebatan soal dampaknya terhadap peperangan
Meski menimbulkan kekhawatiran, sebagian pakar menilai pengaruh teknologi hipersonik terhadap pola perang modern tidak sepenuhnya revolusioner.
Peneliti Royal United Services Institute, Sidharth Kaushal, menilai bahwa kecepatan dan kemampuan manuver memang menjadikan senjata ini efektif terhadap target bernilai tinggi.
Namun ia menyebut masih ada berbagai cara untuk mengurangi risiko serangan, termasuk membuat pelacakan target menjadi lebih sulit bagi pihak peluncur.
Dalam konteks laut, kapal perang dapat melakukan berbagai manuver untuk menyulitkan musuh menentukan posisi target secara akurat.
Kaushal juga menilai ketergantungan pada citra satelit menjadi tantangan tersendiri karena data tersebut tidak selalu tersedia secara real time.
Meski demikian, perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi sensor diperkirakan dapat mengubah situasi tersebut di masa depan.
Klaim Rusia dan kekhawatiran Eropa
Di Eropa, perhatian terhadap senjata hipersonik banyak tertuju pada Rusia yang telah mengembangkan sejumlah sistem dengan klaim kemampuan sangat tinggi.
Pada 2024, Rusia meluncurkan rudal balistik eksperimental bernama Oreshnik ke target di kota Dnipro, Ukraina, sebagai bagian dari uji coba.
Ukraina menyebut rudal tersebut melaju sekitar Mach 11, sementara Presiden Vladimir Putin mengklaim kecepatannya sekitar Mach 10.
Putin juga menyatakan bahwa Oreshnik berpotensi diproduksi massal dan mampu menghancurkan target menjadi debu.
Selain itu, Rusia juga mengembangkan sistem lain seperti Kinzhal dan Avangard yang kerap dipromosikan sebagai senjata yang sulit dicegat.
Update Terbaru
Apa gabungan BoBoiBoy Sopan? Hadir sebagai Fusi Strategis dengan Kendali Angin dan Energi Cahaya
Selasa / 28-04-2026, 14:59 WIB
Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Pendidikan Karakter di Madrasah
Selasa / 28-04-2026, 14:47 WIB
Profil Donny Sucahya Pengusaha Digital dan Kisah Pernikahannya dengan Velia Christy
Selasa / 28-04-2026, 09:09 WIB
Kronologi Karyn Putri Viral di IKEA dan Perdebatan Soal Etika Self Service
Selasa / 28-04-2026, 09:07 WIB
Perbedaan SPMT dan SK CPNS Ini Fungsi yang Sering Membingungkan Peserta
Selasa / 28-04-2026, 09:05 WIB
Makna Disiden yang Diucapkan Prabowo ke Rocky Gerung Jadi Perbincangan Publik
Selasa / 28-04-2026, 09:03 WIB
Jin Xiu Ren Sheng Mod Apk 2026 Jadi Buruan Gamer, Ini Penjelasan Fitur dan Risikonya
Selasa / 28-04-2026, 09:02 WIB
Kronologi Penyebab Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Berawal dari Taksi Mogok di Rel
Selasa / 28-04-2026, 09:02 WIB
Arti Against The World Viral di TikTok serta Panduan Ikut Tren Video Kebersamaan
Selasa / 28-04-2026, 08:42 WIB
Nama The Hacktivist Group 313 Mendadak Ramai Setelah eBay Down
Selasa / 28-04-2026, 08:34 WIB
Strava Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Komuter Sepeda hingga Generasi Paling Rajin Bersepeda
Senin / 27-04-2026, 19:00 WIB
Polisi Tutup Daycare Little Aresha Sorosutan Setelah Dugaan Kekerasan Anak Mencuat
Sabtu / 25-04-2026, 08:33 WIB
Kronologi Link Video Bandar Membara Batang, Awas Risiko Penyebaran Konten Pribadi
Jumat / 24-04-2026, 15:21 WIB
Lookism Chapter 604 Bahasa Indonesia English raw, Hadiah Park Jinyoung
Kamis / 23-04-2026, 20:14 WIB





