Interaksi singkat antara Presiden Prabowo Subianto dan Rocky Gerung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026, memicu perhatian luas. Momen tersebut terjadi saat pelantikan pejabat dalam perombakan kabinet.

Rocky hadir sebagai tamu undangan untuk mendampingi Mohammad Jumhur Hidayat yang dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Kehadirannya di tengah acara resmi langsung menjadi sorotan.

Ucapan Santai yang Menarik Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, Rocky Gerung sempat berbincang dengan Presiden. Pertemuan berlangsung singkat dan diwarnai suasana santai.

Presiden kemudian menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Rocky, disertai penyebutan istilah “disiden” yang langsung ramai dibahas publik.

Istilah tersebut disampaikan dalam nada ringan, namun memunculkan banyak pertanyaan mengenai maknanya.

Rocky Tegaskan Posisi di Luar Kekuasaan


Menanggapi hal itu, Rocky menyatakan dirinya tetap berada di luar pemerintahan. Ia menegaskan perannya sebagai pengamat yang akan terus mengkritisi kebijakan.

Kehadirannya di Istana disebut tidak mengubah sikap tersebut. Ia hanya datang untuk memberikan dukungan kepada rekannya yang dilantik.

Arti Disiden dalam Bahasa dan Politik

Kata “disiden” berasal dari istilah yang berarti tidak sejalan atau berbeda pendapat. Dalam penggunaan umum, kata ini merujuk pada seseorang yang tidak sepakat dengan pandangan tertentu.

Dalam konteks politik, disiden digunakan untuk menggambarkan individu yang menolak atau tidak mengikuti kebijakan pemerintah karena dinilai tidak sesuai.

Istilah ini kerap dilekatkan pada tokoh yang berada di luar kekuasaan dan aktif menyampaikan kritik.

Makna di Balik Interaksi Tersebut

Penyebutan istilah tersebut dipahami sebagai pengakuan terhadap posisi Rocky sebagai pengkritik pemerintah. Momen itu juga memperlihatkan interaksi yang tetap terbuka meski berada di posisi berbeda.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan pihak di luar sistem dapat berlangsung tanpa ketegangan di ruang publik.

Pertemuan singkat tersebut akhirnya menjadi sorotan karena memuat pesan politik yang disampaikan dalam suasana santai.