Pada tahun yang sama, nama perusahaan berubah menjadi PT Monas Buana Securities. Seiring waktu, perusahaan sekuritas asal Korea Selatan, Daewoo Securities, masuk sebagai pemegang saham.

Keterlibatan Daewoo semakin besar ketika kepemilikan sahamnya meningkat hingga sekitar 80 persen pada 2013. Perubahan tersebut diikuti dengan pergantian nama perusahaan menjadi PT Daewoo Securities Indonesia.

Transformasi kembali terjadi pada 2016 setelah Mirae Asset Financial Group mengambil alih mayoritas saham perusahaan. Sejak saat itu nama perusahaan resmi menjadi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Di Bursa Efek Indonesia, perusahaan ini dikenal melalui kode broker YP.

Struktur Pemegang Saham

Mayoritas saham perusahaan saat ini dimiliki oleh Mirae Asset Securities (HK) Limited dengan porsi sekitar 99 persen.


Sementara itu, kepemilikan lainnya berada di tangan PT Buma Apparel Industry sebesar 0,51 persen dan PT Snet Indonesia sebesar 0,49 persen.

Pernyataan Perusahaan

Manajemen Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyatakan telah menerima kedatangan penyidik yang mengumpulkan data dan informasi terkait perkara tersebut.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dalam proses penyidikan.

"Proses ini merupakan kelanjutan dari masalah hukum yang telah berlangsung lama, dan perusahaan telah kooperatif terhadap investigasi yang sedang berjalan serta mendukung semua permintaan penyidik," demikian penjelasan manajemen.

Mirae Asset menambahkan bahwa seluruh aktivitas bisnis perusahaan tetap berlangsung normal selama proses investigasi berjalan.

Sementara itu, penyidikan dugaan manipulasi saham BEBS masih berlanjut hingga tahap berikutnya sebelum perkara dilimpahkan untuk proses hukum di pengadilan.