Perayaan Jumat Agung menjadi salah satu momen paling hening dalam tradisi Gereja Katolik. Pada hari ini, umat mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus sebagai bentuk pengorbanan bagi keselamatan manusia.
Dalam rangkaian ibadat, terdapat bagian khas yang selalu hadir, yakni Doa Umat Meriah. Bagian ini berisi doa permohonan yang mencakup berbagai kelompok dan kebutuhan manusia secara luas.
Makna Doa Umat Meriah Jumat Agung
Doa Umat Meriah memiliki susunan khusus yang berbeda dari doa umat harian. Setiap intensi dibacakan secara berurutan, diawali ajakan imam, dilanjutkan hening sejenak, kemudian doa penutup.
Isi doa mencerminkan kepedulian Gereja terhadap seluruh dunia, tidak terbatas pada umat sendiri, melainkan juga mencakup berbagai golongan masyarakat.
Susunan Intensi Doa
Dalam perayaan Jumat Agung, doa ini biasanya terdiri dari sepuluh pokok permohonan, antara lain:
- Untuk Gereja agar tetap setia dalam misinya
- Untuk para pemimpin Gereja seperti Paus dan uskup
- Untuk seluruh umat beriman
- Untuk para calon baptis
- Untuk persatuan umat Kristiani
- Untuk umat Yahudi
- Untuk mereka yang belum mengenal Kristus
- Untuk mereka yang belum mengenal Tuhan
- Untuk para pemimpin negara
- Untuk semua orang yang menderita
Teks Doa Umat Meriah Jumat Agung
Pembukaan
Imam:
Saudara-saudara terkasih,
pada hari ini kita mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.
Marilah kita dengan penuh iman memanjatkan doa permohonan kepada Allah Bapa bagi keselamatan seluruh dunia.
(Hening sejenak)
1. Untuk Gereja Kudus
Imam:
Marilah kita berdoa bagi Gereja kudus Allah,
semoga Tuhan berkenan memberikan damai, mempersatukan, dan melindunginya di seluruh dunia.
Doa:
Allah yang Mahakuasa dan kekal,
Engkau telah menyatakan kemuliaan-Mu kepada segala bangsa melalui Kristus.
Peliharalah Gereja-Mu agar tetap setia mewartakan nama-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Umat: Amin.