unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Menteri Satryo Soemantri Viral Usai Spanduk dan Papa Bunga Dari Ratusan ASN Dikti Gelar Aksi di Kantor: Kami Bukan Budak!
News

Menteri Satryo Soemantri Viral Usai Spanduk dan Papa Bunga Dari Ratusan ASN Dikti Gelar Aksi di Kantor: Kami Bukan Budak!

Menteri Satryo Soemantri Viral Usai Spanduk dan Papa Bunga Dari Ratusan ASN Dikti Gelar Aksi di Kantor: Kami Bukan Budak!
Satryo • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Menteri Satryo Soemantri Viral Usai Spanduk dan Papa Bunga Dari Ratusan ASN Dikti Gelar Aksi di Kantor: Kami Bukan Budak! Spanduk dan Papan Bunga Protes Menteri Viral di Media Sosial, Soroti Kepemimpinan Satryo Soemantri Brodjonegoro

Jakarta – Gelombang kritik terhadap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro kembali mencuat di jagat maya. Pada Senin (20/1), sejumlah spanduk dan papan bunga bernada protes tersebar luas di media sosial, memantik perbincangan hangat di kalangan netizen dan masyarakat luas.

Dalam beberapa video yang beredar, papan bunga tersebut memuat pesan-pesan keras yang ditujukan kepada menteri. Salah satu papan bunga menuliskan, “Turut berdukacita atas matinya nurani dan welas asih menteri kami” disertai tagar seperti #Lawan, #PaguyubanPegawaiDikti, dan #MenteriDzalim.

Protes tak hanya datang dari papan bunga, tetapi juga melalui spanduk yang dipasang di sekitar kantor kementerian. Salah satu spanduk berbunyi, “Kami ASN Dibayar oleh Negara, Bekerja untuk Negara, Bukan Babu Keluarga.” Ada pula tulisan yang lebih eksplisit, seperti “Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, dan Main Pecat.”
Kondisi Terkini di Lokasi

Pantauan langsung di Kantor Kemendiktisaintek menunjukkan bahwa spanduk dan papan bunga tersebut kini sudah tidak lagi terpampang di depan gedung. Menurut laporan, papan bunga yang sempat menghiasi halaman depan kantor telah dipindahkan dan ditumpuk di bagian samping gedung.

Sebagai gantinya, di depan kantor terlihat spanduk baru yang berisi ucapan selamat atas pelantikan pejabat baru di kementerian tersebut. Perubahan ini memunculkan spekulasi bahwa pihak kementerian mencoba meredam gelombang protes yang sempat menjadi viral.
Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro

Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah tokoh penting di pemerintahan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Satryo bukanlah sosok baru dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia dikenal sebagai seorang ilmuwan terkemuka dan pernah menjabat sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Lahir di Delft, Belanda, pada 5 Januari 1956, Satryo berasal dari keluarga berpengaruh. Ayahnya, Soemantri Brodjonegoro, pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 1973. Latar belakang akademis Satryo pun tak main-main. Ia meraih gelar Ph.D di bidang teknik mesin dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat, pada tahun 1985.

Sebagai seorang ilmuwan, kontribusi Satryo dalam dunia riset sangat signifikan. Berdasarkan laman resmi AIPI, ia memiliki lebih dari 99 publikasi ilmiah yang telah diakui secara internasional.
Perjalanan Karier di Dunia Akademik

Jejak karier Satryo di dunia pendidikan tinggi dimulai sejak awal 1990-an. Pada 1992, ia diangkat menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam posisi tersebut, ia dikenal sebagai figur yang mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang teknik mesin.

Namun, perjalanan kariernya tidak lepas dari kontroversi. Sebagai menteri, kebijakan dan gaya kepemimpinannya sering menjadi sorotan, terutama terkait isu-isu kesejahteraan pegawai di bawah naungan kementeriannya. Protes yang viral di media sosial ini menjadi bukti nyata adanya ketidakpuasan yang dirasakan oleh para ASN (Aparatur Sipil Negara).
Sorotan Publik dan Harapan

Gelombang kritik terhadap Satryo Soemantri Brodjonegoro mencerminkan tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintah dalam menjaga hubungan harmonis antara pemimpin kementerian dan para pegawainya. Publik berharap, Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah strategis untuk menenangkan situasi sekaligus mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan para ASN.

Di sisi lain, banyak pihak juga menilai bahwa keberanian para pegawai menyuarakan protes ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola di instansi pemerintahan. Harapannya, protes ini tidak hanya menjadi isu viral sesaat, tetapi mampu mendorong perubahan yang lebih baik dalam sistem birokrasi Indonesia.
***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru