Praktisi hukum menilai perjanjian pranikah Taylor Swift dan Travis Kelce akan sangat kompleks. Dokumen itu tidak hanya mengatur pembagian harta, tetapi juga batasan pembicaraan di hadapan publik.
Pengacara Sarah Luetto dari Grup Hukum Perkawinan & Keluarga Blank Rome mengatakan perjanjian tersebut bisa mendorong soal kerahasiaan dan privasi.
>>> Robot Luar Angkasa Helios dengan Empat Lengan Siap Misi
Hal ini disampaikan Luetto kepada Page Six pada Rabu (20/5).
"Swift dan Kelce mungkin ingin memasukkan ketentuan yang mendorong kerahasiaan dan privasi," ujar Luetto. "Ini mungkin termasuk ketentuan larangan pencemaran nama baik atau larangan pengungkapan terkait hubungan mereka."
Pengecualian untuk Lagu
Namun, ada beberapa pengecualian. Luetto menilai Swift mungkin tidak ingin memasukkan ketentuan yang membatasinya untuk menyanyikan lagu tentang hubungannya.
"Terutama karena selalu ada begitu banyak spekulasi tentang subjek lagu-lagunya," katanya.
Menurut Luetto yang tidak mewakili siapa pun, selebritas biasanya ingin membatasi dan mengklarifikasi apa yang dianggap sebagai harta bersama.
Hal itu dilakukan untuk menghindari klaim di masa depan atas karya kreatif mereka. "Terutama jika menyangkut sekuel dan proyek sebelumnya," jelasnya.
"Misalnya, jika Taylor merekam ulang salah satu albumnya selama pernikahan, akan ada klaim bahwa rekaman ulang tersebut sebagian menjadi aset perkawinan."
Perjanjian kerahasiaan atau NDA juga bisa mencegah keduanya membahas perjanjian itu kepada siapa pun kecuali kuasa hukum dan akuntan.
"Bagi pasangan terkenal seperti Swift dan Kelce, ketentuan privasi seperti ini akan sangat berharga dalam melindungi detail perselisihan potensial dari pengawasan publik," kata Luetto.
Perjanjian itu juga mungkin mengatur siapa yang harus membayar lebih banyak. Karena Taylor Swift dikenal memiliki harta lebih banyak, Swift bisa menerima beban finansial lebih besar dari Kelce.
