Film biopik Michael Jackson dipastikan akan berlanjut ke film kedua. Studio Lionsgate mengonfirmasi sedang mengembangkan sekuel setelah film pertamanya sukses besar di box office.
Sekuel ini akan melanjutkan kisah kehidupan Michael Jackson setelah King of Pop tersebut menggelar tur Bad pada 1987.
Tur tersebut menjadi akhir kisah film pertama.
Pengembangan Sekuel
Kepala Divisi Film Lionsgate, Adam Fogelson, mengungkapkan kegembiraannya atas kemajuan proyek ini.
"Semua percakapan yang telah kami lakukan dengan semua pihak terkait terus berjalan dengan sangat baik," kata Fogelson seperti diberitakan Variety pada Kamis (21/5).
Menurut Fogelson, masih banyak cerita tentang Michael Jackson yang belum tertuang dalam film pertama. Hal itu diyakini akan menjadi daya tarik utama bagi penonton yang ingin bernostalgia.
"Saya bisa mengatakan bahwa masih ada banyak sekali kisah Michael Jackson yang sangat menghibur, dan sebagian besar bagian terbesar serta paling populer dari katalog musiknya belum disentuh dalam film pertama," ujar Fogelson.
"Ada begitu banyak peristiwa lain yang terjadi, bahkan dalam rentang waktu film pertama, yang belum dibahas.
Jadi kami sangat yakin bahwa kami memiliki film yang sangat menghibur dan sekali lagi akan menarik bagi penonton global," tambahnya.
Fogelson juga membocorkan alur waktu yang akan diusung pada film kedua. Ia mengatakan kemungkinan cerita tidak disampaikan secara kronologis.
"Kami bisa maju dan mundur dalam menceritakan kisah ini," goda Fogelson.
Kehidupan Michael Jackson yang belum diangkat meliputi kesuksesan album Dangerous hingga kontroversi berupa tuduhan pelecehan seksual terhadap anak.
Film pertama awalnya direncanakan mengeksplorasi dampak tuduhan tersebut, dengan sebagian besar babak ketiga berfokus pada skandal itu.
Namun rencana itu harus dibatalkan karena adanya klausul dalam penyelesaian hukum dengan salah satu penuduh Jackson, Jordan Chandler.
Klausul tersebut melarang penggambaran atau penyebutan dirinya dalam film apa pun.
Fogelson mengatakan bahwa beberapa materi yang dipotong bisa digunakan kembali dalam sekuel. Hal ini berpotensi menurunkan biaya produksi film kedua.
"Kami merasa sekitar 25 hingga 30 persen film kedua sebenarnya sudah direkam dari proses produksi sebelumnya, jadi tentu saja itu pada akhirnya akan memberikan keuntungan finansial tertentu.
Tetapi kami akan memastikan untuk kembali membuat film besar dan memuaskan bagi penonton global," kata Fogelson.
Belum ada informasi resmi terkait target selesai produksi, para bintang yang terlibat, maupun jadwal penayangan dari sekuel tersebut.
Film Michael telah meraih pendapatan lebih dari US$700 juta di box office. Capaian ini menjadikannya sebagai salah satu film terbesar 2026.
Pendapatan fantastis itu menjadi angin segar bagi Lionsgate.
Film Michael memiliki anggaran produksi sebesar US$155 juta, yang dibebani biaya hak cipta musik mahal dan set panggung konser mewah.
Sejatinya masih ada beberapa dekade cerita yang belum diangkat dalam film pertama, mengingat film tersebut berakhir dengan kehidupan Michael Jackson pada 1987.
Kehidupan Michael Jackson yang belum diangkat meliputi kesuksesan album Dangerous hingga kontroversi berupa tuduhan pelecehan seksual terhadap anak yang dituduhkan kepada legenda pop tersebut.