MediaTek telah mengubah lini Dimensity secara total, dan Dimensity 9500 menjadi buktinya. Chip flagship terbaru ini mampu bersaing dengan produk terbaik dari Qualcomm dan Apple.
Sementara itu, meskipun lini Exynos milik Samsung secara historis sering tertinggal, Exynos 2600 terasa seperti lompatan besar ke depan.
>>> Samsung Galaxy Z Fold5 dan Flip5 Dapatkan One UI 8.5 Stabil Global
Ini bukan sekadar penyegaran tahunan biasa.
Exynos 2600 merupakan prosesor smartphone pertama Samsung yang menggunakan desain CPU "all-big". Desain ini memungkinkan chip meraih performa lebih tinggi.
Chip ini juga menjadi chipset smartphone pertama di dunia yang diproduksi dengan proses 2nm, yang semakin meningkatkan performa dan efisiensi.
Secara historis, chip MediaTek sering mengungguli Exynos, tetapi kali ini persaingan tampak lebih sengit.
Lembar Spesifikasi
- Dimensity 9500: Diumumkan September 2025, proses 3nm (TSMC), CPU 8-inti, GPU Immortalis Mali-G1 Ultra MP12, NPU MediaTek NPU 990, memori LPDDR5X hingga 5,3 GHz, penyimpanan UFS 4.1, kamera hingga 320MP, modem 5G terintegrasi, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0.
- Exynos 2600: Diumumkan Desember 2025, proses 2nm (Samsung), CPU 10-inti, GPU Exynos Xclipse 960, NPU dengan mesin AI 32K MAC, memori LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.1, kamera hingga 320MP, modem Exynos 5410 eksternal, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0.
Skor Benchmark
Pengujian benchmark dilakukan menggunakan perangkat Vivo X300 Pro (Dimensity 9500) dan Galaxy S26 Plus (Exynos 2600).
Geekbench 6: Dimensity 9500 unggul 13% pada skor single-core (3.452 vs 3.040).
Pada multi-core, Exynos 2600 sedikit lebih tinggi (10.290 vs 10.128), tetapi perbedaannya sangat kecil.
AnTuTu: Dimensity 9500 mencetak lebih dari 3,5 juta poin, sedangkan Exynos 2600 sekitar 3,2 juta poin.