unique visitors counter
⌂ Beranda › News › 18 Orang Meninggal Dunia, Inilah Update Terbaru Korban Longsor di Perungkriyono Pekalongan, Diduga Akibat Curah Hujan yang Tinggi jadi Penyebab Utama
News

18 Orang Meninggal Dunia, Inilah Update Terbaru Korban Longsor di Perungkriyono Pekalongan, Diduga Akibat Curah Hujan yang Tinggi jadi Penyebab Utama

18 Orang Meninggal Dunia, Inilah Update Terbaru Korban Longsor di Perungkriyono Pekalongan, Diduga Akibat Curah Hujan yang Tinggi jadi Penyebab Utama
Pekalongan • Instagram
A A Ukuran Teks16px

18 Orang Meninggal Dunia, Inilah Update Terbaru Korban Longsir di Perungkriyono Pekalongan, Diduga Akibat Curah Hujan yang Tinggi jadi Penyebab Utama. Tragedi Longsor di Petungkriyono: 600 Petugas Gabungan dan Anjing Pelacak Dikerahkan

Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan – Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Petungkriyono terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan pada Rabu (22/1/2025). Sebanyak 600 petugas gabungan, dibantu empat anjing pelacak, dikerahkan untuk mempercepat proses penyelamatan di tengah kondisi medan yang sulit.

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf. Rizky Aditya, menyatakan bahwa upaya pembersihan akses menuju lokasi menjadi prioritas utama sebelum tim melanjutkan ke proses pencarian korban. "Ada tiga titik longsoran kecil di jalan yang harus dibersihkan terlebih dahulu untuk membuka akses menuju lokasi utama," ujarnya.
Fokus Operasi di Dua Lokasi Utama

Operasi pencarian korban longsor difokuskan pada dua lokasi utama, yaitu rumah Pak Carik dan Cafe Allo. Menurut Letkol Inf Rizky, kedua lokasi tersebut menjadi pusat bencana karena jumlah korban yang diperkirakan berada di sana cukup signifikan.

Selain itu, tim pencarian juga menyusuri aliran sungai yang mengarah ke Sungai Welo. "Kami khawatir ada korban yang hanyut terbawa arus, sehingga penyisiran di sepanjang aliran sungai menjadi langkah yang tidak kalah penting," tambahnya.
Kondisi Lokasi Bencana

Kejadian longsor ini berdampak pada tiga bangunan utama, yakni rumah pendeta, rumah Pak Carik, dan Cafe Allo. Rumah Pak Carik selama ini dikenal sebagai tempat berteduh sementara bagi warga yang melintas di kawasan tersebut saat hujan deras turun. Lokasinya yang dianggap jauh dari tebing membuat warga merasa aman berlindung di sana.

Sementara itu, Cafe Allo menjadi lokasi berlangsungnya sebuah acara keluarga ketika bencana terjadi. Sedangkan rumah pendeta yang turut terdampak dalam peristiwa ini sedang kosong saat kejadian, sehingga tidak ada korban dari tempat tersebut.


Meski demikian, Desa Kasimpar yang berada di sekitar lokasi longsor dinyatakan aman. Longsoran tidak merusak pemukiman di desa tersebut, sehingga warga setempat tidak perlu dievakuasi.
Perkiraan Jumlah Korban

Berdasarkan data sementara, diperkirakan terdapat sekitar 20 hingga 30 orang yang berada di rumah Pak Carik dan Cafe Allo saat longsor terjadi. Hingga saat ini, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 17 orang meninggal dunia, 13 orang luka-luka, dan 9 orang masih dinyatakan hilang.

"Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang hilang. Fokus kami saat ini adalah pencarian terhadap 9 orang yang belum ditemukan. Harapan kami, tidak ada tambahan korban jiwa," ujar Letkol Inf Rizky.

Baca juga: Jadwal Acara Televisi Hari ini 23 Januari 2025 Ada Film Bioskop, Sinetron, Mega Bollywood dan Kuis di Metro TV, TVONE, NET TV, SCTV, Indosiar, TRANS 7, TRANS TV dan RCTI Plus Link
Tantangan Medan dan Harapan Penyelamatan

Proses pencarian tidak mudah, mengingat medan yang terjal dan penuh dengan material longsoran. Namun, dengan dukungan petugas gabungan dan teknologi seperti anjing pelacak, upaya penyelamatan diharapkan dapat membuahkan hasil positif.

"Kami akan terus bekerja tanpa henti hingga semua korban ditemukan dan dievakuasi. Mohon doa dari semua pihak agar proses ini berjalan lancar," pungkasnya.

Peristiwa longsor di Petungkriyono ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama di daerah rawan longsor. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan dampak serupa di masa mendatang.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru