Bryson menilai karya tersebut merepresentasikan setiap harapan dan janji manusia.
"Saya menyanyikannya di Afrika Selatan untuk pertama kalinya ketika warga kulit hitam Afrika Selatan diizinkan masuk dalam kontes kecantikan Miss South Africa," kenang Bryson mengenai momen historis tersebut.
Sepanjang perjalanannya, peraih delapan nominasi penghargaan Grammy ini tidak jarang melayangkan kritik terhadap industri musik yang dinilainya terlalu mengagungkan usia muda ketimbang pengalaman.
Ia menyayangkan sikap saluran seperti MTV yang enggan memutar karya musisi senior seperti dirinya dan Flack.
Enggan dikotakkan dalam satu genre, ia menegaskan fleksibilitasnya sebagai musisi. "Saya tidak sreg dengan konsep satu dimensi tentang diri saya.
Saya melihat diri saya sebagai manusia Renaisans sejati, tidak ada hal yang tidak bisa saya lakukan," ujarnya kepada Los Angeles Times pada 1994.
Hingga akhir hayatnya, musisi yang sempat pulih total dari serangan jantung pada 2019 ini telah menelurkan total 20 album studio.
>>> Leica Cine Compact 1: Proyektor Laser Ringkas dengan Harga Lebih Terjangkau
Peabo Bryson meninggalkan seorang istri, Tanya Boniface, serta dua orang anak, Linda dan Robert.