unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Profil Shandi Marta Praja yang Vokal Bela Pemasangan Pagar Laut, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram
News

Profil Shandi Marta Praja yang Vokal Bela Pemasangan Pagar Laut, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram

Profil Shandi Marta Praja yang Vokal Bela Pemasangan Pagar Laut, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram
Pagar • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Profil Shandi Marta Praja yang Vokal Bela Pemasangan Pagar Laut, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram. Siapa Shandi Marta Praja? Sosok yang Vokal Bela Pemasangan Pagar Laut, Benarkah Sebenarnya Bukan Mahasiswa UMT? Sosok Shandi Marta Praja: Bukan Mahasiswa Aktif UMT, Ini Penjelasannya

Nama Shandi Marta Praja kembali menjadi sorotan publik, terutama setelah polemik pemasangan pagar laut di Kabupaten Tangerang mencuat. Namun, yang mengejutkan adalah fakta bahwa Shandi bukan lagi mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), meskipun ia sempat mengatasnamakan dirinya sebagai salah satu mahasiswa kampus tersebut.
Latar Belakang Polemik Pagar Laut

Shandi, yang dikenal sebagai Koordinator Jaringan Rakyat Pantura (JRP), menjadi salah satu tokoh vokal dalam isu pemasangan pagar laut di wilayah pesisir Tangerang. Dalam sebuah dialog di salah satu stasiun televisi, Shandi menyebut bahwa pembangunan pagar laut tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat pesisir. Menurutnya, pagar ini bertujuan menciptakan sumber mata pencaharian baru, seperti penjualan kerang bambu.

Namun, di tengah keterlibatannya dalam isu tersebut, muncul pertanyaan mengenai status Shandi sebagai mahasiswa UMT. Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh akun Instagram @medsos_tangerang, yang menegaskan bahwa Shandi sudah tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa aktif.
Penegasan dari Pihak UMT

Korry Elyana, seorang dosen Ilmu Komunikasi di UMT, memberikan klarifikasi terkait status Shandi. Menurutnya, Shandi sudah di-drop out (DO) dari universitas tersebut sejak tahun ajaran 2021/2022. Korry juga menyayangkan tindakan Shandi yang masih menggunakan nama UMT dalam berbagai kesempatan, termasuk saat membahas isu kontroversial seperti pagar laut.

"Kalau dilihat dari statusnya, dia sudah di-DO. Saya juga tidak paham mengapa dia masih menyangkutpautkan nama UMT. Mungkin dia merasa bangga jadi bagian dari UMT, atau memang sengaja memanfaatkan nama universitas," ujar Korry.
Dampak pada Reputasi Kampus

Tindakan Shandi yang mengatasnamakan UMT dinilai mencoreng nama baik kampus. Korry menambahkan bahwa pihak universitas perlu menjaga reputasi institusi agar tidak terpengaruh oleh tindakan individu yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari kampus.

"Sebenarnya, jika status mahasiswanya sudah dihapus, kami harus mempertahankan nama baik UMT. Ini masalah serius karena dia membawa nama UMT tanpa izin, bahkan dalam isu yang sangat kontroversial," tegasnya.

Lebih lanjut, Korry merasa geram dengan sikap Shandi yang dianggap tidak bertanggung jawab. "Kalau dia ingin mendukung proyek ini, seharusnya tidak membawa nama kampus, apalagi dia sudah bukan mahasiswa UMT," tambahnya.
Pesan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi pelajaran penting, terutama bagi masyarakat, agar lebih teliti dalam menerima informasi. Klaim atau representasi yang dilakukan oleh seseorang harus selalu diperiksa kebenarannya untuk menghindari penyalahgunaan nama baik institusi atau pihak lain.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memahami posisi resmi UMT dalam isu yang melibatkan Shandi Marta Praja. Pihak universitas juga diharapkan terus menjaga reputasi dan memberikan klarifikasi jika ada tindakan serupa di masa depan.

Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bersama bagi semua pihak.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru