unique visitors counter
⌂ Beranda News Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Kunjungan Pertama Sejak 2019

Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Kunjungan Pertama Sejak 2019

Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Kunjungan Pertama Sejak 2019
Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un
A A Ukuran Teks16px

Presiden China Xi Jinping akan melakukan perjalanan ke Korea Utara pekan depan, demikian diumumkan kedua negara pada Jumat.

Ini akan menjadi kunjungan pertamanya dalam hampir tujuh tahun.

>>> Presiden China Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara pada 8-9 Juni

IN2

Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Korea Utara meresmikan fasilitas baru untuk memproduksi bahan baku bom nuklir.

Para ahli mengatakan pengungkapan pabrik itu mengindikasikan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ingin memperkuat status negaranya sebagai negara senjata nuklir menjelang kunjungan Xi.

Xi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke negara tetangga itu dari Senin hingga Selasa, demikian pernyataan singkat dari media pemerintah kedua negara.

in2

Kunjungan terakhirnya adalah pada Juni 2019.

Perjalanan ini terjadi beberapa minggu setelah Xi secara terpisah menjadi tuan rumah bagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim memprioritaskan pengembangan hubungan dengan Rusia dengan mengirimkan pasukan dan senjata konvensional untuk mendukung perangnya melawan Ukraina.

Namun, ia juga belakangan ini mendekati China, mitra dagang terbesar dan penyedia bantuan utama bagi Korea Utara.

Xi dan Kim bertemu di Beijing pada September lalu dan berjanji untuk saling mendukung serta meningkatkan kerja sama.

>>> Hezbollah Tolak Gencatan Senjata Terbaru, Serangan Israel Tewaskan 4 Orang di Lebanon

Kim berada di ibu kota China untuk menghadiri parade militer China bersama para pemimpin asing lainnya, termasuk Putin.

Militer Korea Selatan menilai fasilitas nuklir baru itu sebagai pabrik pengayaan uranium. Saat mengunjungi pabrik tersebut, Kim mengumumkan rencana untuk meningkatkan kekuatan nuklir negaranya "pada tingkat eksponensial."

Para ahli mengatakan Kim menginginkan pengakuan internasional sebagai negara nuklir sehingga ia dapat menuntut pencabutan sanksi ekonomi PBB.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru