Sebelum wasit meniup peluit pembuka Piala Dunia 2026, staf teknis tidak hanya memeriksa tekanan udara bola, tetapi juga mengisi daya baterainya.
Bola resmi bernama Trionda harus "dicas" seperti smartphone sebelum bisa digunakan di lapangan.
>>> DJI Osmo Pocket 4P Resmi Meluncur: Dual Kamera, 4K/240fps, Harga Rp8,3 Juta
Di dalam kulit sintetis Trionda, tersembunyi chip sensor pintar berfrekuensi 500 Hz yang merekam setiap gerakan bola secara real-time.
Data posisi, kecepatan, arah, putaran, hingga sentuhan pemain direkam 500 kali per detik dan langsung dikirim ke sistem VAR.
Trionda: Bola Cerdas dengan Sensor Canggih
FIFA meluncurkan Trionda secara resmi di New York pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Bola ini menjadi bola resmi Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Nama Trionda berasal dari gabungan kata "tri" (tiga) dan "onda" (gelombang dalam bahasa Spanyol), mencerminkan semangat kolaborasi tiga negara tuan rumah.
>>> Bocoran Snapdragon 8 Elite Gen 6: Layar 185Hz dan Bezel di Bawah 1mm
Sensor di dalam Trionda memiliki spesifikasi: frekuensi sampling 500 Hz, bobot sensor sekitar 14 gram, daya tahan baterai sekitar 6 jam, dan pengisian daya via port magnetik tersembunyi tanpa membongkar bola.
Teknologi ini merupakan evolusi dari sensor yang pertama kali diperkenalkan di Piala Dunia 2022 Qatar melalui bola Al Rihla.
Saat itu, sensor digunakan terutama untuk sistem offside semi-otomatis.
Bagaimana Trionda Membantu VAR?
Saat pemain menendang bola, sensor di dalam Trionda merekam momen eksak kontak kaki-bola.
Informasi ini langsung dikirim ke ruang VAR dan digabungkan dengan data dari 12 hingga 29 kamera pelacak pemain di stadion.
>>> vivo X Fold 6 Resmi: Kamera 200MP, Chip MediaTek, Tinggalkan Qualcomm
Kombinasi dua sumber data ini memungkinkan sistem mengambil keputusan lebih cepat dan akurat. Trionda bukan sekadar bola, melainkan perangkat cerdas berbentuk sepak bola yang merevolusi cara pertandingan dipimpin.