Google resmi kehilangan banding terakhirnya di Pengadilan Tinggi Eropa (ECJ) terkait denda €4,1 miliar yang dijatuhkan Komisi Eropa pada 2018.
Denda tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah regulasi teknologi di Eropa.
>>> Asus Vivobook 15 (2026) Meluncur, Laptop Pertama dengan Intel Core 5 Series 3
Akar Masalah: Dominasi Android
Komisi Eropa menemukan bahwa Google menyalahgunakan dominasi sistem operasi Android dengan mewajibkan produsen ponsel untuk memasang Google Search, Chrome, dan Play Store.
Praktik ini dinilai menghambat persaingan dari mesin pencari, peramban, dan platform berbasis Android lainnya.
Awalnya denda ditetapkan sebesar €4,34 miliar, namun pada 2022 pengadilan rendah Eropa menguranginya menjadi €4,1 miliar.
>>> Casio G-Shock vs Apple Watch Ultra 3: Pilih Jam Tangan Tangguh yang Tepat
Pembelaan Google
Google berargumen bahwa keputusan tersebut tidak mengakui investasinya dalam menjaga Android tetap terbuka, interoperabel, dan gratis.
Perusahaan telah mengajukan banding berkali-kali sejak 2018, namun kini upaya hukum terakhirnya kandas di ECJ.
>>> Lenovo Siapkan Tablet Gaming Legion Baru dengan Dukungan 5G, Rilis Agustus
Keputusan ini bersifat final dan mengikat, sehingga Google harus membayar denda tersebut.