Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (Unas) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Menelaah Jejak Kepahlawanan Sutan Takdir Alisjahbana (STA): Kontribusi bagi Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Kebudayaan Indonesia" di Auditorium Cyber UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.
Seminar ini merupakan bagian dari upaya Unas dalam menghimpun dukungan akademik sekaligus memperkuat pengusulan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional 2026.
>>> Rangkaian Acara Pernikahan Taylor Swift Digelar di New York
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 peserta tersebut mempertemukan akademisi, budayawan, sejarawan, tokoh masyarakat, dosen, mahasiswa, guru, hingga pelajar SMA.
Mereka mengulas secara komprehensif kontribusi STA terhadap perjalanan bangsa Indonesia.
Seminar juga menjadi ruang akademik untuk menghimpun gagasan, data, serta perspektif ilmiah mengenai jasa-jasa STA di bidang bahasa, sastra, pendidikan, dan kebudayaan sebagai bahan pendukung pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Penghormatan terhadap Pemikiran STA
Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Unas, Nana Yuliana mengatakan, seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran dan perjuangan STA yang hingga kini masih relevan dalam pembangunan karakter bangsa.
"Seminar ini bertujuan menggali kembali kontribusi Sutan Takdir Alisjahbana dalam bidang bahasa, sastra, pendidikan, dan kebudayaan Indonesia maupun internasional.
Melalui forum ilmiah ini kami ingin menghadirkan berbagai perspektif akademik yang dapat memperkuat pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional," kata Nana.
>>> OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Menurutnya, STA merupakan salah satu tokoh pembaharu Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam memodernisasi bahasa Indonesia hingga menjadi bahasa persatuan bangsa.
Pada masa pendudukan Jepang, STA menjadi tokoh pertama yang menyusun Tata Bahasa Indonesia secara sistematis serta memperkenalkan kaidah Menerangkan–Diterangkan (MD) dan Diterangkan–Menerangkan (DM) yang memberikan struktur yang lebih jelas bagi perkembangan bahasa Indonesia.