Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) UIN Jakarta kini tidak lagi sekadar identitas. Sejak awal Mei 2026, KTM resmi menjadi kartu multifungsi yang mengintegrasikan berbagai layanan kampus dalam satu chip.
Transformasi ini menjawab kebutuhan mahasiswa akan efisiensi administrasi. Sebelumnya, mahasiswa harus membawa kartu terpisah untuk perpustakaan, berobat, dan uang tunai untuk transaksi kantin.
Fitur Utama KTM Multifungsi
KTM multifungsi memiliki empat fitur utama: identitas resmi, akses layanan kesehatan, kartu perpustakaan, dan alat pembayaran nontunai. Setiap fitur terhubung langsung dengan sistem akademik kampus.
Fitur identitas berfungsi sebagai alat pengenal otomatis di berbagai titik akses kampus. Mahasiswa cukup menempelkan kartu pada mesin pemindai untuk absensi kelas atau ujian.
Fitur perpustakaan memungkinkan peminjaman buku tanpa kartu anggota terpisah. Data peminjaman langsung tercatat di sistem perpustakaan pusat dan fakultas.
Untuk layanan kesehatan, KTM bisa digunakan berobat di Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah. Mahasiswa cukup membawa KTM dan bukti pembayaran semester untuk mendapatkan layanan gratis atau diskon.
Fitur pembayaran nontunai mendukung transaksi di kantin dan koperasi di area kampus 1 dan 2. Saldo harus diisi terlebih dahulu melalui top up.
Cara Aktivasi KTM Multifungsi
Aktivasi KTM dilakukan melalui validasi data di unit terkait. Prosesnya cukup singkat asal dokumen pendukung lengkap.
Langkah pertama, siapkan KTM fisik dan kartu identitas tambahan seperti KTP. Kemudian, datangi loket Pusat Layanan Administrasi Umum untuk validasi data.
Selanjutnya, aktifkan fitur perpustakaan di bagian sirkulasi perpustakaan pusat. Daftarkan KTM untuk layanan kesehatan di RS UIN Syarif Hidayatullah.
Jika ingin menggunakan fitur pembayaran nontunai, isi saldo awal. Terakhir, cek status aktivasi melalui sistem akademik AIS UIN Jakarta.
Manfaat dan Perbedaan dengan KTM Lama
KTM multifungsi memberikan kemudahan berupa efisiensi waktu, penghematan biaya, dan kepraktisan administrasi. Mahasiswa tidak perlu lagi membawa banyak kartu berbeda.
Perbedaan utama dengan KTM lama terletak pada jumlah layanan. KTM lama hanya berfungsi sebagai identitas, sedangkan versi multifungsi mencakup kesehatan, perpustakaan, dan pembayaran nontunai.
Kendala yang sering muncul adalah validasi yang belum merata di semua fakultas dan minimnya sosialisasi. Mahasiswa disarankan aktif bertanya ke bagian akademik fakultas masing-masing.
Saldo kartu yang belum terisi juga kerap membuat fitur pembayaran tidak bisa langsung dipakai. Top up saldo sejak awal semester menjadi solusi praktis.