Samsung dikabarkan akan mengubah skema keuntungan pre-order untuk seri Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 yang akan diluncurkan pada 22 Juli mendatang.
Selama beberapa tahun terakhir, keuntungan utama pre-order ponsel Samsung adalah mendapatkan upgrade penyimpanan gratis.
>>> iPhone yang Dibeli dengan Pembiayaan Operator di AS Kini Terkunci ke Operator Tersebut
Namun, laporan terbaru dari Korea menyebutkan bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku untuk generasi terbaru.
Alih-alih memberikan upgrade gratis, Samsung hanya akan menanggung 50% dari selisih harga antara varian 256GB dan 512GB.
Artinya, pelanggan harus membayar setengah dari selisih tersebut untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Keputusan ini dinilai kurang menarik dibandingkan penawaran sebelumnya. Penyebabnya adalah krisis harga memori yang sedang terjadi.
>>> Samsung Perkenalkan Fluid AI Design System, Filosofi Desain Generatif Berbasis AI
Divisi ponsel Samsung diperkirakan mengalami kerugian operasional sebesar KRW 1,5 triliun (sekitar $1 miliar) pada kuartal kedua tahun ini.
Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah unit ponsel Samsung mencatat kerugian triwulanan.
Seorang pejabat Samsung menyatakan bahwa perusahaan belum dapat mengonfirmasi perubahan keuntungan pre-order saat ini. Informasi ini masih perlu ditanggapi dengan hati-hati.
>>> Casio Rilis Jam Tangan G-Steel Serba Hitam di AS dengan Bluetooth dan Pengisian Tenaga Surya
Meski demikian, keputusan tersebut tidak akan mengejutkan mengingat tekanan biaya memori yang meningkat.
