Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level resistance 6.100 pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Indeks ditutup menguat 1,1% di posisi 6.108.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp13,41 triliun dengan volume 30,6 miliar saham.
Rupiah juga menguat 0,45% ke level Rp17.985 per dolar AS.
Sepanjang hari, IHSG bergerak di zona hijau dalam rentang 6.024 hingga 6.108.
Kenaikan ini didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama Astra International (ASII) dan Bank BRI (BBRI).
Saham-saham Penopang IHSG
Berdasarkan data Bloomberg, sepuluh saham memberikan kontribusi terbesar terhadap penguatan IHSG. PT Astra International Tbk (ASII) memimpin dengan sumbangan 10,23 poin.
Disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 9,03 poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 8,87 poin.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 6,77 poin.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menambah 4,4 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) 2,45 poin, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 2,33 poin.
PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) menyumbang 1,9 poin.
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) masing-masing menyumbang 1,56 poin dan 1,36 poin.
Saham-saham LQ45 juga turut mendorong laju IHSG.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melesat 10,2%, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 6,81%, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menguat 3,17%, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 3,11%.