unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Meninggal Saat Distribusi Bantuan: Dedikasi Tanpa Batas yang Menggugah Hati
News

Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Meninggal Saat Distribusi Bantuan: Dedikasi Tanpa Batas yang Menggugah Hati

Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Meninggal Saat Distribusi Bantuan: Dedikasi Tanpa Batas yang Menggugah Hati
Ahmad • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Duka mendalam menyelimuti dunia kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ahmad Zaki Ali, sang pendiri Yayasan Gerak Bareng, menghembuskan napas terakhirnya saat sedang menjalankan misi mulia sebagai relawan bencana gempa bumi. Kejadian tragis ini terjadi di Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, pada Jumat (21/8/2026).

Kehilangan sosok yang dikenal gigih dan penuh empati ini menjadi pengingat keras akan besarnya pengorbanan yang diberikan oleh para pahlawan kemanusiaan di garis depan bencana. Ahmad Zaki Ali wafat tepat saat ia sedang membawa dan mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban gempa yang sangat membutuhkan pertolongan.

Konfirmasi Resmi dari Kepolisian dan Rekan Relawan

Kabar duka ini segera dikonfirmasi oleh pihak berwenang setempat. Kasubag Humas Polres Manggarai Timur, AKP Irmawan Pujianto, membenarkan adanya laporan kematian salah satu relawan di wilayah hukumnya.

"Benar, ada satu relawan yang meninggal dunia di lokasi pengungsian Dampek. Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penanganan lebih lanjut," ujar AKP Irmawan saat dihubungi, Jumat sore.

Senada dengan keterangan polisi, Muhammad Rafki Razif Kiransyah, salah satu anggota Tim Hands Foundation yang juga berada di lokasi, turut memastikan kabar tersebut. Rafki mengungkapkan bahwa timnya sedang dalam proses komunikasi intensif dengan keluarga almarhum untuk mengatur proses pemulangan jenazah.

"Betul, beliau telah meninggal dunia. Saat ini kami sedang berkoordinasi dan berkomunikasi dengan keluarga almarhum agar proses kepulangan beliau bisa berjalan dengan baik dan penuh penghormatan," ucap Rafki dengan nada sedih.

Kesaksian Warga: Sosok yang Tak Kenal Lelah

Di balik berita duka ini, tersimpan cerita inspiratif tentang dedikasi Ahmad Zaki Ali yang tak kenal lelah. Jufri Husen, salah satu korban terdampak gempa bumi di NTT, mengaku sempat berjumpa dan berbincang hangat dengan almarhum hanya beberapa jam sebelum kabar duka itu beredar.

Pertemuan terakhir itu terjadi di Masjid Nurul Huda Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, saat menunaikan salat Jumat. Jufri bahkan sempat membawakan nasi untuk dikonsumsi oleh tim relawan yang saat itu tampak kelelahan namun tetap bersemangat.

"Bahkan tadi saya sempat bawa nasi untuk mereka. Kami sempat berbincang sebentar, beliau terlihat sangat peduli dengan kondisi kami di pengungsian," kenang Jufri dengan mata berkaca-kaca.

Menurut pengakuan Jufri, rutinitas Ahmad Zaki Ali selama di Manggarai Timur sangatlah padat. Ia kerap bolak-balik melintasi rute dari Kecamatan Reo menuju Dampek. Siang harinya, ia habiskan untuk turun langsung ke lapangan, membantu evakuasi, dan mendistribusikan bantuan kepada korban gempa di Dampek. Sementara pada malam hari, ia memilih untuk beristirahat seadanya di area Masjid Nurul Huda Reo, bersiap untuk kembali berjuang esok harinya.

Dugaan Kelelahan Fisik, Kronologi Masih Diselidiki

Hingga artikel ini diturunkan, kronologi lengkap dan penyebab pasti meninggalnya Ahmad Zaki Ali masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. Namun, dugaan awal mengarah pada kondisi kelelahan fisik yang sangat ekstrem (hipotermia atau kelelahan akut), mengingat intensitas kerja yang tinggi di tengah kondisi pascabencana yang serba terbatas.

Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, menyatakan bahwa anggotanya sedang turun ke lapangan untuk menelusuri penyebab pasti kematian sang relawan.

"Anggota kami sedang menelusuri dan mendalami penyebab meninggalnya almarhum. Kami juga akan berkoordinasi dengan tim medis setempat untuk mendapatkan visum atau keterangan medis yang lebih akurat," jelas Iptu Ida Bagus.

Kondisi medan di Manggarai Timur yang berbukit, ditambah dengan keterbatasan fasilitas istirahat dan nutrisi yang memadai bagi para relawan, diduga menjadi faktor pemicu utama drop-nya kondisi kesehatan almarhum secara tiba-tiba.

Warisan Kemanusiaan yang Tak Akan Terlupakan

Kematian Ahmad Zaki Ali bukan sekadar kehilangan seorang individu, melainkan kehilangan seorang penggerak yang telah menginspirasi banyak orang untuk turun tangan membantu sesama. Yayasan Gerak Bareng yang ia dirikan telah menjadi simbol harapan bagi ribuan korban bencana di berbagai penjuru Indonesia, dan kini, pendirinya gugur sebagai syuhada kemanusiaan di tanah NTT.

Peristiwa ini juga membuka mata kita semua akan pentingnya memperhatikan kesehatan dan keselamatan para relawan bencana. Di balik semangat baja yang mereka tunjukkan, tubuh manusia memiliki batasnya. Dukungan logistik, rotasi istirahat yang memadai, dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi para relawan harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi tanggap darurat bencana di masa depan.

Nama Ahmad Zaki Ali akan terus dikenang bukan hanya sebagai pendiri yayasan, tetapi sebagai sosok yang memberikan napas terakhirnya demi senyum dan harapan para korban gempa di Manggarai Timur. Selamat jalan, pahlawan kemanusiaan. Dedikasimu akan terus menggerakkan hati kami untuk terus berbagi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru