unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Viral Terekam CCTV! Aksi Nekat 3 Bocah Bobol 5 Toko di Mall Plaza Andalas Berakhir Dramatis di Markas TNI AL
News

Viral Terekam CCTV! Aksi Nekat 3 Bocah Bobol 5 Toko di Mall Plaza Andalas Berakhir Dramatis di Markas TNI AL

Viral Terekam CCTV! Aksi Nekat 3 Bocah Bobol 5 Toko di Mall Plaza Andalas Berakhir Dramatis di Markas TNI AL
Bocah • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Siapa sangka, aksi pembobolan brankas dan pengurasan isi gerai di pusat perbelanjaan elit Mall Plaza Andalas, Kota Padang, ternyata dilakukan oleh trio bocah. Aksi nekat mereka yang terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) akhirnya kandas di tangan Tim Buser Polresta Padang, setelah persembunyian mereka terendus di tempat yang tak terduga: Markas Komando TNI AL.

Kasus pencurian yang meresahkan pengelola mall dan para penyewa ini terungkap setelah kepolisian bergerak cepat menelusuri jejak digital dan rekaman visual. Ketiganya, yang masih berstatus anak di bawah umur, diamankan pada Senin (24/8/2026) dini hari, mengakhiri rentetan aksi kejahatannya yang berlangsung dalam dua tahap.

Dua Kali Beraksi, Lima Toko Jadi Sasaran

Berdasarkan hasil penyelidikan Tim 1 Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang, para pelaku tidak hanya beraksi sekali. Mereka tercatat melakukan pencurian dalam dua kejadian berbeda yang menyasar sedikitnya lima toko di dalam mall.

Aksi pertama terjadi pada Jumat (21/8/2026). Merasa berhasil dan tidak langsung tertangkap, trio ini kembali beraksi pada Senin (24/8/2026) dini hari. Aksi kedua ini baru disadari oleh para korban saat mereka membuka gerai pada Senin pagi.

“Dari laporan yang kita terima, kurang lebih ada lima toko untuk dua kali kejadian. Modus operandi mereka cukup berani, menyasar brankas uang dan barang bernilai tinggi,” ungkap Kasubnit Buser Polresta Padang, IPDA Ryan Fermana, saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2026) pukul 02.20 WIB.

Barang-barang yang diangkut oleh para pelaku cukup beragam, mulai dari uang tunai dalam jumlah yang masih didata, pakaian bermerek, hingga deretan handphone (HP) keluaran terbaru yang masih dalam kondisi tersegel.

Kejar-kejaran Lintas Kecamatan hingga Kehilangan Jejak di Teluk Bayur

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, menegaskan bahwa rekaman CCTV menjadi kunci utama dalam mengungkap identitas para pelaku. Gerak-gerik mencurigakan trio bocah ini terekam jelas, memaksa jajaran operasional Polresta Padang untuk langsung tancap gas melakukan pengejaran sejak Senin pagi.

Peta pengejaran pun membentang across Kota Padang. Tim polisi menyasar berbagai titik mulai dari kawasan Marapalam, Jati, hingga Gunung Pangilun. Informasi lapangan menunjukkan para pelaku terus bergerak menghindari kejaran aparat.

Namun, drama pengejaran ini sempat mengalami hambatan. Saat tim polisi mengarahkan pengejaran ke kawasan Bungus hingga Teluk Bayur, jejak para pelaku mendadak hilang. Diduga, trio ini mengubah rute perjalanan mereka untuk mengelabui petugas.

Plot Twist: Bersembunyi di Markas TNI AL Kodaeral II

Pengejaran yang sempat buntu ini akhirnya menemukan titik terang berkat kolaborasi lintas instansi. Petugas mendapat informasi berharga dari jajaran TNI Angkatan Laut di Kodaeral II/WM.

Ternyata, trio bocah yang menjadi buronan ini nekat masuk dan bersembunyi di dalam kawasan markas komando militer.

“Rekan-rekan TNI AL menginformasikan kepada kita sehingga kita berkoordinasi dan mendatangi lokasi. Ternyata benar, tiga anak yang masuk ke markas komando Kodaeral II tersebut merupakan pelaku yang teridentifikasi melakukan pencurian di Plaza Andalas,” jelas IPDA Ryan Fermana dengan nada lega.

Sinergi antara Polresta Padang dan TNI AL ini menjadi bukti bahwa ruang gerak pelaku kejahatan sekecil apa pun akan sulit untuk lolos dari hukum.

Jejak Barang Curian: Ada yang Dijual di Marketplace

Usai mengamankan para pelaku, polisi langsung melakukan pendalaman terkait aliran barang hasil curian (fencing). Dari hasil interogasi awal, diketahui bahwa barang-barang tersebut mulai disebarluaskan.

Satu unit handphone baru diketahui masih disimpan di wilayah Surian. Sementara itu, satu unit lainnya telah lebih dulu dijual oleh pelaku melalui jalur marketplace (jual-beli online). Polisi kini terus memburu para penadah dan melacak jejak digital transaksi ilegal tersebut.

Sebelum ditangkap di markas TNI AL, salah satu pelaku juga sempat kabur lebih dulu ke arah Surian hingga Bukittinggi, sebelum akhirnya pergerakan mereka kembali terdeteksi oleh radar kepolisian.

Ditangani dengan Sistem Peradilan Pidana Anak

Mengingat ketiga pelaku yang diamankan masih berusia di bawah umur, Polresta Padang memastikan bahwa proses hukum selanjutnya akan mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Karena seluruh pelaku masih tergolong anak, penanganan perkara selanjutnya akan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Kami akan melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian pencurian tersebut, termasuk peran masing-masing pelaku serta keberadaan barang-barang hasil kejahatan yang belum ditemukan,” tutup Kompol Muhammad Yasin.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengelola pusat perbelanjaan untuk meningkatkan keamanan, terutama di area loading dock dan akses belakang toko. Di sisi lain, kasus ini juga menjadi tamparan keras bagi pentingnya peran pengawasan orang tua terhadap anak-anak di era digital, di mana akses informasi dan godaan gaya hidup bisa memicu kenakalan remaja hingga berujung tindak pidana.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru