unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Viral Video Tak Senonoh Pejabat Sumbar, Cerry M Akui Ada dalam Rekaman dan Mundur dari Jabatan
News

Viral Video Tak Senonoh Pejabat Sumbar, Cerry M Akui Ada dalam Rekaman dan Mundur dari Jabatan

Viral Video Tak Senonoh Pejabat Sumbar, Cerry M Akui Ada dalam Rekaman dan Mundur dari Jabatan
Pns • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Viral Video Tak Senonoh Pejabat Sumbar, Cerry M Akui Ada dalam Rekaman dan Mundur dari Jabatan

Sebuah video yang diduga memperlihatkan tindakan tidak senonoh seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Perkembangan terbaru, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Sumbar, Cerry M, mengakui dirinya merupakan salah satu orang yang berada dalam rekaman tersebut.

Usai memberikan klarifikasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Cerry M juga menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Biro PBJ Setdaprov Sumbar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun bergerak cepat menindaklanjuti video viral tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah klarifikasi setelah menerima informasi mengenai rekaman yang beredar.

Menurut Arry, pejabat yang diduga berada dalam video itu dipanggil untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada pihak pemerintah provinsi.

“Begitu kami menerima rekaman yang beredar, kami langsung mengambil langkah dengan memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” ujar Arry, Senin (24/8/2026).

Cerry M Akui Dirinya Ada dalam Rekaman Viral

Dalam proses klarifikasi awal tersebut, Arry Yuswandi bersama Asisten II Setda Provinsi Sumatera Barat meminta keterangan dari Cerry M terkait rekaman yang telah menjadi perbincangan luas di masyarakat.

Hasil klarifikasi itu menjadi perhatian karena Cerry M disebut mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu pihak yang terdapat dalam video viral tersebut.

Tak hanya memberikan pengakuan, Cerry M juga mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatan yang selama ini diembannya.

“Yang bersangkutan sudah kami panggil dan telah memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa dirinya ada dalam rekaman tersebut. Yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri dari jabatannya,” ungkap Arry.

Pengunduran diri tersebut tidak serta-merta menghentikan proses yang sedang berjalan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan persoalan itu tetap akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Persoalan Telah Dilaporkan kepada Gubernur Sumbar

Sekda Sumbar menjelaskan bahwa perkembangan terkait video viral tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat.

Menurut Arry, arahan pimpinan daerah adalah agar persoalan tersebut diproses secara serius dan sesuai dengan aturan yang berlaku bagi aparatur sipil negara.

“Sudah kami laporkan langsung kepada Bapak Gubernur. Arahan beliau, tentu persoalan ini ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Pemprov Sumbar menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada klarifikasi awal. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan rekaman tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang nantinya diambil memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan prosedur hukum maupun aturan disiplin ASN.

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc

Untuk menangani persoalan tersebut secara resmi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc.

Tim tersebut dibentuk dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Arry Yuswandi selaku Sekretaris Daerah Sumatera Barat akan memimpin tim pemeriksa tersebut. Sementara anggotanya terdiri dari sejumlah pejabat terkait, termasuk Inspektur, Kepala Badan Kepegawaian Daerah atau BKD, serta Asisten II yang merupakan atasan langsung Cerry M.

Pembentukan tim ini diharapkan dapat memastikan proses pemeriksaan berlangsung objektif dan tidak didasarkan pada opini atau spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Insyaallah, proses pemeriksaan akan segera dimulai. Tim akan memeriksa seluruh fakta dan keterangan yang diperlukan secara objektif, kemudian memberikan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Arry.

Seluruh informasi, keterangan, serta fakta yang berkaitan dengan video tersebut akan menjadi bagian dari bahan pemeriksaan.

Pemprov Sumbar Tegaskan Tidak Ada Toleransi Pelanggaran Etika ASN

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan aparatur sipil negara yang terbukti melanggar ketentuan disiplin maupun etika.

Arry meminta masyarakat untuk memberikan ruang kepada tim pemeriksa agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional.

Menurutnya, perhatian publik terhadap kasus tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.

“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap persoalan ini. Namun, kami meminta agar tidak berkembang spekulasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menangani persoalan ini secara serius, objektif, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa hasil akhir pemeriksaan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran disiplin sebagai pegawai negeri sipil, maka sanksi dapat dijatuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, tentu akan ada tindakan dan sanksi sesuai aturan. Prinsipnya, Pemprov Sumbar akan menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur,” pungkas Arry.

Video CCTV Viral dan Jadi Sorotan Warga Sumbar

Sebelum adanya klarifikasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, masyarakat telah lebih dahulu dihebohkan oleh beredarnya rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan tindakan tidak senonoh di sebuah ruangan.

Video tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial pada Senin, 24 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, rekaman itu diduga diambil dari sebuah ruang kerja. Video berdurasi sekitar 2 menit 1 detik tersebut kemudian menyebar secara berantai melalui berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan berjilbab mengenakan pakaian dinas ASN memasuki sebuah ruangan.

Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang pria yang sedang berada di lokasi. Rekaman kemudian memperlihatkan interaksi antara keduanya yang menjadi sorotan publik setelah potongan video itu tersebar luas.

Perempuan dalam rekaman tersebut terlihat berusaha menjauh sebelum akhirnya meninggalkan ruangan.

Rekaman Diduga Memuat Lebih dari Satu Peristiwa

Video yang beredar disebut tidak hanya memuat satu potongan rekaman. Pada bagian lain, terlihat kembali suasana dari ruangan yang sama dengan sosok pria dan perempuan berjilbab.

Dalam potongan tersebut, perempuan terlihat berada di dalam ruangan sebelum pria tersebut menghampirinya. Rekaman itu kembali memicu perhatian publik karena memperlihatkan interaksi yang dinilai tidak pantas dan kemudian ramai dibagikan di media sosial.

Pada bagian lain video, perempuan tampak berupaya berdiri dan meninggalkan ruangan. Rekaman yang beredar kemudian menjadi bahan perbincangan luas dan memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.

Namun, seluruh fakta mengenai konteks, waktu, serta rangkaian peristiwa dalam rekaman tersebut kini masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Karena itu, Pemprov Sumbar meminta publik untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai keseluruhan peristiwa.

Pengunduran Diri Tidak Menghentikan Proses Pemeriksaan

Keputusan Cerry M untuk mengundurkan diri dari jabatan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumbar menjadi salah satu perkembangan penting dalam kasus video viral tersebut.

Meski demikian, pengunduran diri itu tidak otomatis menghentikan proses pemeriksaan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Tim Pemeriksa Ad Hoc tetap akan mengumpulkan berbagai keterangan dan memeriksa fakta yang diperlukan untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin atau ketentuan lain yang berkaitan dengan status Cerry M sebagai aparatur sipil negara.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi Pemprov Sumbar dalam mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta menyangkut isu integritas dan etika aparatur negara.

Untuk saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan tersebut secara objektif dan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Publik diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi, sementara Tim Pemeriksa Ad Hoc akan mulai menelusuri seluruh fakta dan keterangan terkait video yang telah viral di media sosial tersebut.

(Bdr)

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru