unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Xiaomi Xring O3 Cetak Skor Geekbench 15.086, Ungguli Snapdragon 8 Elite Gen 5
Hiburan

Xiaomi Xring O3 Cetak Skor Geekbench 15.086, Ungguli Snapdragon 8 Elite Gen 5

Xiaomi Xring O3 chipset
A A Ukuran Teks16px

Xiaomi kembali menunjukkan ambisinya di pasar chipset mobile melalui Xring O3, prosesor flagship terbaru yang dikembangkan secara mandiri.

Meski baru diperkenalkan secara resmi, chip tersebut sudah mencuri perhatian setelah hasil benchmark awal memperlihatkan performa yang sangat tinggi.

Sebagai penerus Xring O1 yang diperkenalkan tahun lalu, Xring O3 membawa sejumlah peningkatan penting.

Bukan hanya dari sisi kecepatan pemrosesan, Xiaomi juga menaruh perhatian besar pada efisiensi daya.

Karena itu, chipset ini diharapkan mampu memberikan performa tinggi tanpa membuat konsumsi baterai meningkat secara berlebihan.

Hasil pengujian awal dari media teknologi Tiongkok, Xiaobai's Tech Reviews, menjadi salah satu alasan Xring O3 ramai diperbincangkan.

Pengujian dilakukan menggunakan desain referensi, sehingga hasilnya belum tentu mencerminkan kemampuan perangkat Xiaomi yang nantinya dijual ke konsumen.

Namun demikian, angkanya tetap memberikan gambaran menarik mengenai potensi chipset tersebut.

Dalam pengujian Geekbench, Xring O3 mencatat skor 3.854 poin untuk single-core.

Angka ini menempatkannya pada level yang cukup dekat dengan sejumlah chipset flagship terbaru, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Apple A19 Pro.

Menariknya lagi, jika dibandingkan dengan Xring O1 generasi sebelumnya, performa single-core Xring O3 mengalami peningkatan sekitar 25 persen.

Namun, bagian yang paling mencuri perhatian justru datang dari pengujian multi-core.

Xring O3 berhasil meraih 15.086 poin, angka yang sangat tinggi untuk sebuah chipset smartphone.

Sebagai perbandingan, hasil Snapdragon 8 Elite Gen 5 dalam pengujian serupa masih berada di bawah 12.000 poin pada sejumlah perangkat flagship.

Dengan demikian, Xring O3 menawarkan peningkatan sekitar 55 persen dibandingkan Xring O1 pada pengujian multi-core.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi tidak sekadar melakukan peningkatan kecil dari generasi sebelumnya.

Sebaliknya, perusahaan tampaknya melakukan perubahan cukup besar pada desain CPU dan pengelolaan performanya.

Xring O3 sendiri menggunakan konfigurasi CPU dengan 10 inti.

Jumlah tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu chipset menangani pekerjaan multi-thread dengan lebih agresif.

Oleh karena itu, performanya berpotensi terasa ketika perangkat digunakan untuk aktivitas berat, seperti bermain game, mengedit video, menjalankan banyak aplikasi sekaligus, hingga berbagai pekerjaan berbasis kecerdasan buatan.

Selain performa CPU, kemampuan grafis Xring O3 juga terlihat menjanjikan.

Dalam pengujian 3DMark Steel Nomad Light, chipset tersebut dilaporkan menghasilkan performa lebih dari 40 persen lebih tinggi dibandingkan chipset flagship yang menjadi pembanding.

Bahkan, jika dibandingkan dengan Xring O1, peningkatannya diklaim dapat mencapai sekitar 90 persen.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru