Kabar duka menyelimuti dunia seni rupa internasional. Seniman legendaris asal Jepang, Yayoi Kusama, dikabarkan meninggal dunia pada usia 97 tahun.
Berdasarkan laporan dari Kyodo News yang dikutip oleh berbagai media internasional, Kusama menghembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026 lalu akibat kegagalan multiorgan. Kabar kepergiannya baru dikonfirmasi secara resmi oleh Yayoi Kusama Inc. dan Yayoi Kusama Museum pada Kamis (27/8/2026).
Meskipun raga sang seniman telah tiada, namanya akan terus hidup melalui motif polkadot yang ikonik, jaring tak berujung (Infinity Nets), patung labu yang playful, hingga instalasi Infinity Mirror Rooms yang kerap menjadi destinasi wajib pecinta seni modern.
Lebih dari enam dekade berkarya, seniman kelahiran Matsumoto, Jepang, ini tidak hanya mengubah lanskap seni kontemporer dunia, tetapi juga menjadi salah satu seniman dengan nilai komersial tertinggi dalam sejarah pasar lelang seni.
Bagi para kolektor dan investor seni, karya Kusama bukan sekadar lukisan atau patung. Mereka adalah tiket menuju keabadian. Sepanjang kariernya, puluhan karya Kusama terjual dengan harga fantastis, mencapai jutaan hingga puluhan juta Dolar AS dalam berbagai lelang bergengsi.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, mari kita menelusuri jejak digital dan komersial sang legenda melalui lima karya Yayoi Kusama dengan harga lelang tertinggi yang pernah mencatatkan sejarah.
1. Untitled (Nets) — Tembus Rp186 Miliar
Harga Lelang: US$10,49 Juta | Lelang: Phillips New York, Mei 2022
Mahakarya yang dibuat pada tahun 1959 ini memegang takhta sebagai karya Kusama dengan harga lelang tertinggi sepanjang masa. Untitled (Nets) merupakan bagian dari seri awal Infinity Nets yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan artistiknya.
Lukisan ini menampilkan pola jaring putih yang berulang dan memenuhi seluruh permukaan kanvas, menciptakan ilusi visual tanpa batas. Bagi Kusama, proses melukis jaring ini adalah bentuk meditasi dan cara untuk mengatasi halusinasinya.
Ketika palu lelang jatuh di Phillips New York pada Mei 2022, karya ini terjual dengan harga US$10,49 juta. Jika dikonversikan dengan kurs saat ini, nilainya mencapai sekitar Rp186,7 miliar. Penjualan bersejarah ini sekaligus mencetak rekor dunia baru bagi Kusama pada masa itu.
2. A Flower — Rp179 Juta dari Timur
Harga Lelang: US$10,07 Juta | Lelang: Christie's Hong Kong, November 2022
Beralih dari jaring yang monokrom, Kusama juga sangat piawai dalam mengeksplorasi warna dan bentuk organik. Karya A Flower mencatatkan harga fantastis sebesar US$10,07 juta (setara HK$78,12 juta atau sekitar Rp179,2 miliar) dalam lelang Christie's Hong Kong pada November 2022.
Motif bunga adalah salah satu tema yang paling sering dieksplorasi Kusama, berdampingan dengan polkadot. Dalam karya ini, bunga tidak digambarkan secara realistis, melainkan melalui ledakan warna dan pola repetitif yang khas, mencerminkan pandangannya tentang alam semesta di mana segala sesuatu saling terhubung dalam satu jaringan kehidupan.
3. Pumpkin (LPASG) — Simbol Kenyamanan Masa Kecil
Harga Lelang: US$8 Juta | Lelang: Christie's Hong Kong, Desember 2021
Tidak ada yang lebih identik dengan Yayoi Kusama selain labu. Karya Pumpkin (LPASG) yang dibuat pada 2013 ini memadukan dua elemen paling ikonik sang seniman: bentuk labu yang bulat dan pola polkadot yang menutupinya.
Karya ini terjual di Christie's Hong Kong pada Desember 2021 dengan harga sekitar US$8 juta (sekitar Rp142,3 miliar).
Mengapa labu? Kusama pernah mengungkapkan bahwa bentuk labu yang lebar di bagian bawah memberinya perasaan nyaman dan aman. Bentuk tersebut mengingatkannya pada pengalaman masa kecilnya di Jepang, menjadikannya simbol personal yang kemudian dibagikan kepada seluruh dunia.
4. Pumpkin (L) — Rekor Pasar Asia
Harga Lelang: US$8 Juta | Lelang: Sotheby's Hong Kong, April 2023
Pasar seni Asia, khususnya Hong Kong, memiliki daya tarik yang sangat besar terhadap karya-karya Kusama. Hal ini dibuktikan dengan terjualnya karya Pumpkin (L) buatan 2014 seharga US$8 juta di Sotheby's Hong Kong pada April 2023.
Sotheby's mencatatkan penjualan ini sebagai salah satu transaksi tertinggi Kusama dalam periode 2018 hingga paruh pertama 2023. Patung labu dengan pola titik-titik berulang ini membuktikan bahwa karya Kusama tidak hanya indah dipandang di atas kanvas dua dimensi, tetapi juga memiliki daya magis yang kuat dalam bentuk tiga dimensi.
5. Interminable Net #4 — Awal Mula Sebuah Obsesi
Harga Lelang: US$8 Juta | Lelang: Sotheby's Hong Kong, April 2019
Kembali ke akar dari kejeniusan Kusama, Interminable Net #4 yang dibuat pada 1959 terjual seharga HK$62,4 juta (sekitar US$8 juta) di Sotheby's Hong Kong pada April 2019.
Karya ini dianggap sangat langka dan krusial karena berasal dari periode paling transformatif dalam karier Kusama. Ini adalah masa ketika ia mulai mengembangkan "bahasa visual" berupa pola repetitif yang tak berujung. Pada tahun 2019, penjualan ini sempat memecahkan rekor lelang baru bagi sang seniman sebelum akhirnya dikalahkan oleh Untitled (Nets) tiga tahun kemudian.
Warisan Abadi Sang "Ratu Polkadot"
Selain lima mahakarya di atas, pasar seni terus "berburu" karya-karya Kusama lainnya. Sebagai contoh, pada tahun 2024, sebuah lukisan Infinity yang memadukan motif Infinity Nets dan polkadot sukses terjual di Bonhams Hong Kong seharga HK$46,43 juta (sekitar US$6 juta).
Kepergian Yayoi Kusama menutup tirai perjalanan panjang salah satu seniman paling berpengaruh dan brilian yang pernah lahir di Jepang. Di tengah perjuangan seumur hidupnya melawan kesehatan mental dan halusinasi visual, Kusama berhasil mengubah "kutukan" tersebut menjadi berkah bagi dunia seni.
Pihak Yayoi Kusama Inc. membagikan sebuah pesan yang menyentuh di akhir hayatnya. Mereka menyebut bahwa sang seniman tidak pernah berhenti berkarya. Kusama terus memegang kuas dan melukis hingga hari-hari terakhir hidupnya, dengan tekad yang sama seperti saat ia muda: mengeksplorasi tema cinta abadi dan kedamaian jiwa.
Selamat jalan, Yayoi Kusama. Titik-titik polkadotmu akan terus menyebar, menyelimuti bumi, dan menginspirasi generasi selanjutnya tanpa batas.
