Perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, mengumumkan rencana untuk memulai produksi massal chip HBM4E generasi terbaru di fasilitasnya di Indiana, Amerika Serikat, pada kuartal ketiga 2029.
Kabar ini disampaikan langsung oleh CEO SK Hynix, Kwak Noh-Jung, pada Kamis (28/8/2026) di West Lafayette, Indiana.
Kwak juga menyatakan bahwa perusahaan memperkirakan kekurangan chip memori saat ini akan bertahan hingga akhir tahun 2030.
Proyek senilai lebih dari 4 miliar dolar AS ini merupakan ekspansi besar-besaran operasi SK Hynix di Amerika Serikat.
Langkah ini diambil seiring melonjaknya investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) yang mendorong permintaan akan memori berbandwidth tinggi (HBM).
Dengan hadirnya fasilitas ini, SK Hynix ingin mendekatkan produksi ke pelanggan utamanya seperti Nvidia, Microsoft, dan Google milik Alphabet.
Ekspansi di Indiana
Fasilitas yang berlokasi di Purdue Research Park, West Lafayette, dijadwalkan memulai operasi ruang bersih pada paruh kedua tahun 2028.
Ruang bersih adalah area manufaktur yang sangat terkontrol untuk mencegah kontaminasi debu dan partikel mikroskopis lainnya selama proses pembuatan chip.
Di lokasi tersebut akan dibangun lini pengemasan HBM generasi terbaru serta fasilitas penelitian dan pengembangan semikonduktor AI.
Kwak menegaskan bahwa SK Hynix bertujuan membangun rantai pasokan memori canggih di Amerika Serikat.
HBM adalah chip memori khusus yang menyusun chip secara vertikal untuk mempercepat pemrosesan data dengan konsumsi daya lebih rendah.
Teknologi ini sangat cocok untuk kebutuhan komputasi AI yang sangat besar.
Berbeda dengan produk memori konvensional, chip HBM terintegrasi erat dengan prosesor AI, sehingga menciptakan hambatan masuk yang lebih tinggi dan memberi pemasok daya tawar harga yang lebih besar.
Produk ini telah menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi produsen chip memori setelah industri mengalami penurunan baru-baru ini.
Pangsa Pasar dan Investasi
Menurut Counterpoint Research, SK Hynix menguasai 58 persen pasar HBM global berdasarkan pendapatan pada kuartal pertama 2026.
Angka ini jauh di atas Samsung Electronics dan Micron Technology yang masing-masing memegang 21 persen pangsa pasar.
Nvidia, pelanggan utama SK Hynix, memperkirakan lonjakan pendapatan sebesar 70 persen pada tahun fiskal berikutnya, menunjukkan permintaan AI yang tak kunjung reda.
Komentar Kwak mengindikasikan bahwa SK Hynix melihat sedikit bukti pembalikan siklus memori dalam waktu dekat.
SK Hynix memperkirakan fasilitas ini dan investasi rantai pasokan terkait akan menciptakan sekitar 7.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung di tingkat lokal.
Pemerintah AS telah menyetujui hibah sebesar 458 juta dolar AS dan pinjaman hingga 500 juta dolar AS di bawah CHIPS Act pada Desember 2024.
Selain itu, dewan direksi SK Hynix telah menyetujui investasi sekitar 54,3 triliun won (38,30 miliar dolar AS) hingga 2031, termasuk 35,2 triliun won untuk pembangunan fase kedua pabrik chip di Korea Selatan.