Spesifikasi realme P4s 5G, harga, kelebihan, dan kekurangannya — semua yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli ponsel kelas menengah paling ambisius dari realme ini.
Pernahkah Anda mengalami momen menyebalkan ketika notifikasi "baterai lemah 10%" muncul tepat di tengah perjalanan jauh, saat Anda sedang mengandalkan GPS untuk mencari alamat penting? Atau mungkin Anda adalah tipe traveler yang lebih sering menghabiskan waktu di alam terbuka ketimbang di kafe ber-stopkontak? Jika salah satu skenario tersebut terasa sangat familiar, maka artikel ini ditulis khusus untuk Anda.
Di tengah persaingan smartphone kelas menengah yang semakin sengit pada paruh kedua tahun 2026, sebagian besar pabrikan tampaknya terjebak dalam perlombaan yang monoton. Mereka berlomba-lomba menawarkan fitur gimmick yang terdengar mengesankan di atas kertas, namun nyaris tidak memberikan dampak signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Kamera 200 MP yang jarang digunakan secara maksimal, desain lipat yang masih rapuh, hingga fitur AI generatif yang lebih sering menjadi pajangan daripada alat produktivitas.
Namun, realme memilih untuk berenang melawan arus. Dengan peluncuran seri P4s 5G di India pada akhir Agustus 2026, brand asal Tiongkok ini seolah ingin mengirim pesan tegas kepada para kompetitornya: bahwa konsumen kelas menengah sebenarnya tidak membutuhkan gimmick — mereka membutuhkan solusi nyata untuk masalah nyata.
Dan solusi yang ditawarkan realme kali ini cukup mengejutkan: baterai jumbo berkapasitas 8.000 mAh, layar AMOLED dengan refresh rate 144 Hz, serta sertifikasi ketahanan fisik yang biasanya hanya ditemukan pada smartphone rugged kelas atas. Pertanyaannya, apakah kombinasi spesifikasi "monster" ini benar-benar bisa diwujudkan dalam sebuah ponsel yang tetap nyaman digunakan sehari-hari?
Dalam ulasan mendalam ini, kami akan membedah setiap aspek dari realme P4s 5G secara komprehensif — mulai dari kualitas layar, performa chipset, daya tahan baterai, kemampuan kamera, hingga ketahanan fisiknya. Kami juga akan membahas secara jujur berbagai kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum merogoh kocek. Mari kita mulai.
Layar AMOLED 144 Hz: Apakah Ini Standar Baru untuk Smartphone Kelas Menengah di 2026?
Mari kita mulai dari bagian yang pertama kali menyapa mata Anda setiap kali mengangkat ponsel: layar. realme P4s 5G hadir dengan panel AMOLED Samsung M14 LTPS OLED berukuran 6,78 inci yang secara teknis merupakan salah satu panel terbaik yang pernah dipasang pada smartphone di rentang harga menengah.
Resolusi yang diusung bukan lagi Full HD+ konvensional, melainkan 1.5K dengan detail 1.272 x 2.772 piksel. Angka ini menghasilkan kerapatan piksel sebesar 453 ppi, yang secara praktis berarti Anda akan kesulitan menemukan piksel individual meskipun menempelkan mata sedekat mungkin ke layar. Teks terlihat sangat tajam, gambar tampak hidup, dan transisi warna terasa halus tanpa gradasi yang kasar.
Namun, bintang utama dari sektor layar ini adalah refresh rate 144 Hz. Jika Anda masih menggunakan ponsel dengan layar 60 Hz atau bahkan 90 Hz, perbedaan yang akan Anda rasakan saat beralih ke 144 Hz bisa diibaratkan seperti naik dari sepeda ke motor sport. Setiap geseran jari di layar terasa instan, animasi scrolling media sosial mengalir seperti air, dan pengalaman bermain game kompetitif menjadi jauh lebih responsif.
Perlu dicatat bahwa pada tahun 2026 ini, standar layar mulus memang telah bergeser secara signifikan. Jika dua tahun lalu angka 120 Hz masih dianggap sebagai kemewahan, kini 144 Hz mulai menjadi norma baru — setidaknya untuk segmen menengah ke atas. realme tampaknya sangat memahami tren ini dan tidak ingin tertinggal.
Kecerahan Layar yang Siap Melawan Matahari Tropis
Salah satu klaim paling ambisius dari realme untuk P4s 5G adalah tingkat kecerahan puncak yang mencapai 6.500 nits. Angka ini, jika benar-benar tercapai dalam kondisi nyata, akan menempatkan P4s 5G di jajaran smartphone dengan layar paling terang di dunia — melampaui bahkan beberapa flagship premium yang harganya dua hingga tiga kali lipat lebih mahal.
Tentu saja, angka 6.500 nits tersebut kemungkinan besar hanya tercapai dalam skenario HDR yang sangat spesifik dan pada area layar yang sangat kecil. Dalam penggunaan sehari-hari, mode HBM (High Brightness Mode) yang diklaim mencapai 1.400 nits adalah angka yang lebih realistis untuk dijadikan acuan. Dan kabar baiknya, 1.400 nits sudah lebih dari cukup untuk melawan silau matahari tropis Indonesia yang terkenal terik, bahkan saat Anda menggunakan ponsel di tengah lapangan terbuka pada pukul dua siang.
Panel AMOLED ini juga mendukung kedalaman warna 10-bit dan cakupan warna DCI-P3 yang luas, menjadikannya pilihan ideal bagi Anda yang gemar menonton konten HDR di Netflix, YouTube, atau Disney+. Kontras yang dihasilkan sangat dalam, warna hitam benar-benar hitam pekat, dan warna-warna cerah tampil memukau tanpa terlihat oversaturated.
Dapur Pacu Dimensity 7400 Ultra: Efisiensi di Atas Segalanya
Beralih ke sektor performa, realme P4s 5G ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultra yang dibangun di atas proses fabrikasi 4 nm terbaru. Arsitektur CPU-nya mengusung konfigurasi octa-core dengan clock speed maksimal 2,6 GHz, sementara urusan grafis diserahkan kepada GPU Mali-G615 MC2 yang diklaim mampu menangani rendering 3D dengan efisien.
Secara positioning, Dimensity 7400 Ultra bukanlah chipset yang dirancang untuk bersaing langsung dengan Snapdragon 8 Gen 4 atau Dimensity 9400 yang menghuni kelas flagship. Sebaliknya, chipset ini memposisikan diri sebagai "raja efisiensi" di segmen menengah — sebuah prosesor yang mengutamakan keseimbangan antara performa dan konsumsi daya, bukan performa mentah yang mengorbankan baterai.
Dalam penggunaan sehari-hari, kombinasi ini terbukti sangat mumpuni. Aktivitas seperti membuka puluhan tab browser, berpindah-pindah antara aplikasi media sosial, menjalankan aplikasi produktivitas seperti Microsoft Office atau Notion, hingga melakukan video call berjam-jam — semuanya berjalan mulus tanpa hambatan berarti.
Konfigurasi Memori dan Penyimpanan yang Fleksibel
Untuk mendukung performa chipset tersebut, realme menyediakan beberapa konfigurasi memori yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran Anda:
- RAM 8 GB LPDDR4X dengan penyimpanan internal 128 GB UFS 3.1 — cocok untuk pengguna kasual yang tidak menyimpan terlalu banyak file besar.
- RAM 8 GB LPDDR4X dengan penyimpanan internal 256 GB UFS 3.1 — pilihan paling seimbang untuk mayoritas pengguna.
- RAM 12 GB LPDDR4X dengan penyimpanan internal 256 GB UFS 3.1 — konfigurasi tertinggi yang ideal untuk multitasking berat dan gaming.
Penggunaan standar UFS 3.1 untuk penyimpanan internal memang bukan yang tercepat di kelasnya — beberapa kompetitor sudah mulai mengadopsi UFS 4.0. Namun, untuk penggunaan nyata, perbedaan kecepatan baca-tulis antara UFS 3.1 dan 4.0 jarang terasa dalam skenario harian kecuali Anda sering memindahkan file berukuran puluhan gigabyte.
Sistem Pendingin dan Fitur AI untuk Gaming
Bagi Anda yang gemar bermain game mobile, realme telah menyiapkan beberapa fitur pendukung yang patut diapresiasi. Pertama, sistem pendingin Vapor Chamber seluas 7.000 mm² yang diklaim mampu membuang panas secara efektif selama sesi gaming maraton. Dalam pengujian awal, suhu permukaan ponsel memang terasa lebih terkontrol dibandingkan beberapa kompetitor di kelas yang sama, meskipun area sekitar modul kamera tetap terasa hangat setelah bermain selama lebih dari satu jam.
Kedua, kehadiran fitur AI HyperVision+ yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas visual game secara real-time. Fitur ini bekerja dengan menganalisis setiap frame yang ditampilkan di layar dan melakukan optimasi kontras, saturasi, serta ketajaman secara otomatis. Hasilnya, game seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, atau Free Fire akan terlihat lebih vivid dan detail tanpa membebani GPU secara berlebihan.
Catatan Realistis untuk Gamer Hardcore
Meski demikian, kami harus bersikap jujur dan realistis. Dimensity 7400 Ultra bukanlah chipset yang dirancang untuk melibas semua game berat dengan pengaturan grafis maksimal. Untuk judul-judul yang sangat demanding seperti Genshin Impact, Wuthering Waves, atau Zenless Zone Zero dengan setting grafis tertinggi, Anda kemungkinan besar perlu menurunkan beberapa parameter — seperti shadow quality atau particle effects — agar frame rate tetap stabil di angka 45-60 fps.
Ini bukan kelemahan yang memalukan, melainkan konsekuensi logis dari positioning chipset ini di kelas menengah. Jika Anda adalah gamer hardcore yang menuntut performa grafis tanpa kompromi, mungkin Anda perlu mempertimbangkan smartphone dengan chipset kelas flagship yang harganya tentu jauh lebih tinggi.
Baterai 8.000 mAh: Bukan Sekadar Angka, Tapi Revolusi Daya Tahan
Inilah alasan utama — dan mungkin satu-satunya alasan yang Anda butuhkan — untuk mempertimbangkan realme P4s 5G secara serius. Kapasitas baterai 8.000 mAh bukanlah angka yang biasa-biasa saja. Ini adalah kapasitas yang hampir dua kali lipat dari standar industri smartphone modern yang umumnya berkisar di angka 4.500 hingga 5.500 mAh.
Untuk memberikan perspektif yang lebih jelas, berikut adalah perbandingan kapasitas baterai P4s 5G dengan beberapa smartphone populer lainnya:
- Samsung Galaxy S25: 4.000 mAh
- iPhone 16 Pro: 3.582 mAh
- Xiaomi 15: 5.400 mAh
- realme P4s 5G: 8.000 mAh
Perbedaan yang sangat mencolok, bukan?
Skenario Penggunaan Nyata
Dalam skenario penggunaan normal — yang mencakup browsing internet selama 3-4 jam, streaming musik, membalas pesan di WhatsApp dan Telegram, serta beberapa sesi media sosial — realme mengklaim P4s 5G mampu bertahan hingga dua hari penuh tanpa perlu menyentuh charger. Klaim ini terdengar ambisius, namun mengingat kapasitas baterai yang masif dan efisiensi chipset Dimensity 7400 Ultra, angka tersebut sebenarnya cukup masuk akal.
Untuk skenario penggunaan berat — misalnya saat Anda sedang traveling dan menggunakan ponsel secara intensif untuk navigasi GPS, streaming YouTube di kereta, tethering 5G untuk laptop, serta memotret ratusan foto sepanjang hari — P4s 5G masih menjanjikan ketahanan seharian penuh dengan sisa daya yang masih "bernapas" di angka 15-25% saat menjelang tidur.
Bagi para pekerja lapangan, kurir, driver ojek online, atau siapa pun yang menghabiskan sebagian besar harinya di luar ruangan tanpa akses mudah ke stopkontak, kemampuan ini bukan sekadar kemewahan — ini adalah kebutuhan fundamental.
Kecepatan Pengisian Daya 80W SuperVOOC
Tentu saja, baterai sebesar 8.000 mAh membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk diisi penuh dari nol. realme menyertakan teknologi fast charging 80W SuperVOOC yang diklaim mampu mengisi baterai dari 0 hingga 50% dalam waktu sekitar 25-30 menit.
Namun, ada catatan penting yang perlu Anda ketahui. Berdasarkan laporan dari beberapa pengujian awal, kecepatan pengisian daya tidak selalu konstan di angka 80W penuh sepanjang proses charging. Ponsel secara otomatis akan menurunkan kecepatan pengisian setelah baterai mencapai level tertentu — biasanya sekitar 70-80% — demi menjaga kesehatan baterai jangka panjang dan mengontrol suhu. Strategi manajemen daya seperti ini sebenarnya sangat wajar dan justru menunjukkan bahwa realme memikirkan durabilitas baterai dalam jangka panjang, bukan sekadar kecepatan pengisian yang mengesankan di atas kertas.
Secara keseluruhan, pengisian penuh dari 0 hingga 100% diperkirakan memakan waktu sekitar 60-75 menit, yang masih tergolong sangat cepat mengingat kapasitas baterai yang luar biasa besar.
Sektor Kamera: OIS sebagai Penyelamat, Namun Bukan Tanpa Catatan
Di sektor fotografi, realme P4s 5G mengambil pendekatan yang bisa dibilang "bermain aman namun efektif." Alih-alih mengejar angka megapiksel yang bombastis seperti beberapa kompetitor yang sudah menawarkan kamera 200 MP, realme memilih konfigurasi yang lebih pragmatis:
- Kamera Utama 50 MP dengan sensor berukuran cukup besar dan dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization).
- Kamera Ultrawide 8 MP untuk menangkap pemandangan yang lebih luas.
- Kamera Depan 16 MP untuk selfie dan video call.
Peran Krusial OIS dalam Fotografi Mobile
Kehadiran OIS pada kamera utama adalah nilai plus yang sangat signifikan dan sering kali diremehkan oleh konsumen awam. Secara sederhana, OIS bekerja dengan menggerakkan lensa secara mekanis untuk mengkompensasi guncangan tangan saat memotret atau merekam video. Hasilnya, foto yang dihasilkan — terutama dalam kondisi cahaya rendah — akan jauh lebih tajam, lebih terang, dan minim blur dibandingkan foto dari kamera tanpa OIS.
Untuk videografi, OIS bahkan lebih krusial. Anda bisa merekam video sambil berjalan kaki tanpa perlu membawa gimbal tambahan, dan hasilnya tetap terlihat cukup stabil untuk diunggah ke media sosial atau YouTube. Ini adalah fitur yang seharusnya sudah menjadi standar di semua smartphone kelas menengah, namun nyatanya masih banyak pabrikan yang mengabaikannya demi menekan biaya produksi.
Kualitas Hasil Foto: Tajam di Siang, Agresif di Pemrosesan
Hasil foto siang hari dari kamera utama 50 MP P4s 5G secara umum terlihat sangat baik. Warna-warna tampil vibrant, dynamic range cukup luas, dan detail pada objek utama terjaga dengan baik. Namun, ada satu catatan yang perlu diperhatikan: pemrosesan gambar (image processing) ala realme cenderung agresif, terutama dalam hal noise reduction dan beautification.
Apa dampaknya? Foto akan terlihat sangat "bersih" dan "pop-up" saat dilihat di layar ponsel, namun ketika Anda melakukan crop lebih dari 2x atau memperbesar foto di layar komputer, detail halus seperti tekstur kulit, helai rambut, atau dedaunan di kejauhan mulai terlihat pecah dan seperti lukisan cat air. Ini adalah trade-off yang umum ditemukan pada smartphone kelas menengah, di mana algoritma AI lebih mengutamakan tampilan yang "menyenangkan mata" di layar kecil ketimbang akurasi detail yang sebenarnya.
Kamera ultrawide 8 MP berfungsi dengan cukup baik untuk foto landscape atau grup, meskipun detail dan dynamic range-nya jelas tidak bisa menyamai kamera utama. Sementara itu, kamera depan 16 MP masih menunjukkan kecenderungan efek soft-focus yang cukup kuat, yang mungkin disukai oleh sebagian pengguna untuk selfie, namun terasa kurang natural bagi penggemar fotografi street atau portrait yang menginginkan hasil lebih autentik.
Ketahanan Fisik Tingkat Dewa: Smartphone Rasa Tank
Salah satu aspek yang sering kali diabaikan oleh konsumen saat membeli smartphone baru, namun justru menjadi salah satu yang paling berguna dalam jangka panjang, adalah ketahanan fisik. Dan di sinilah realme P4s 5G benar-benar bersinar.
Ponsel ini tidak hanya memiliki satu, bukan dua, melainkan tiga sertifikasi ketahanan sekaligus: IP66, IP68, dan IP69.
Mari kita uraikan satu per satu agar Anda memahami betapa impresifnya kombinasi ini:
- IP66: Ponsel tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dari segala arah. Hujan deras? Bukan masalah.
- IP68: Ponsel tahan terhadap perendaman dalam air tawar hingga kedalaman tertentu (biasanya 1,5 meter) selama 30 menit. Tidak sengaja tercebur ke kolam? Ponsel Anda kemungkinan besar selamat.
- IP69: Ini adalah rating tertinggi yang saat ini tersedia untuk perangkat elektronik konsumen. Ponsel tahan terhadap semprotan air bertekanan sangat tinggi dan bersuhu tinggi. Rating ini biasanya hanya ditemukan pada peralatan industri atau militer.
Kombinasi ketiga rating ini menjadikan realme P4s 5G sebagai salah satu smartphone paling tangguh di kelasnya — dan bahkan di seluruh industri smartphone secara umum. Ponsel ini adalah teman ideal bagi pekerja konstruksi, fotografer outdoor, pendaki gunung, nelayan, atau siapa pun yang sering beraktivitas di lingkungan yang keras dan tidak terprediksi.
Kekurangan yang Harus Anda Pertimbangkan dengan Bijak
Sebagai ulasan yang mengedepankan objektivitas jurnalistik, kami merasa berkewajiban untuk menyampaikan bahwa tidak ada smartphone yang sempurna di dunia ini. Setiap pilihan desain dan spesifikasi selalu melibatkan kompromi. Berikut adalah beberapa kelemahan realme P4s 5G yang perlu Anda pertimbangkan matang-matang sebelum mengambil keputusan pembelian:
1. Bobot dan Dimensi yang Terasa "Berisi"
Dengan berat 208 gram dan ketebalan 8,6 mm, realme P4s 5G jelas bukan ponsel yang bisa disebut ringan atau tipis. Bobot ini merupakan konsekuensi langsung dari baterai 8.000 mAh yang tersemat di dalamnya. Bagi sebagian pengguna, bobot ini mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun, jika Anda terbiasa menggunakan ponsel dengan satu tangan dalam waktu lama — misalnya saat membaca e-book di kereta atau scrolling TikTok sebelum tidur — pergelangan tangan Anda mungkin akan mulai terasa lelah setelah 30-45 menit penggunaan.
2. Absennya Fitur NFC: Sebuah "PR" Besar untuk Pasar Indonesia
Ini mungkin adalah kekurangan paling krusial bagi calon pembeli di Indonesia. realme P4s 5G tidak dilengkapi dengan modul NFC (Near Field Communication), yang berarti Anda tidak bisa menggunakan ponsel ini untuk transaksi e-money, tap-to-pay di mesin EDC, atau mengisi ulang kartu transportasi umum seperti KRL Commuter Line dan TransJakarta.
Di era di mana pembayaran digital dan transportasi cashless sudah menjadi kebutuhan primer di kota-kota besar Indonesia, ketiadaan NFC terasa seperti langkah mundur yang sulit dimaafkan. Ini adalah "pekerjaan rumah" yang harus diselesaikan realme jika mereka benar-benar ingin P4s 5G sukses di pasar Nusantara.
3. Stutter Ringan pada Antarmuka
Beberapa laporan awal dari pengguna di India menyebutkan adanya stutter atau patah-patah ringan saat melakukan multitasking berat atau saat transisi animasi yang kompleks di antarmuka realme UI. Ironisnya, masalah ini terjadi meskipun layar sudah mendukung refresh rate 144 Hz. Kemungkinan besar, hal ini terkait dengan optimasi software yang belum sempurna dan diharapkan bisa diperbaiki melalui pembaruan firmware di masa mendatang.
4. Panas di Area Modul Kamera
Saat digunakan untuk gaming intensif atau merekam video dalam durasi panjang, area di sekitar modul kamera belakang akan terasa hangat — meskipun tidak sampai pada level overheat yang membahayakan. Sensasi hangat ini cukup terasa jika Anda memegang ponsel dalam orientasi landscape saat bermain game, karena jari Anda secara alami akan berada di dekat area tersebut.
Harga realme P4s 5G dan Peta Persaingan di Pasar Indonesia
Di India, realme P4s 5G dibanderol dengan harga yang sangat agresif untuk spesifikasi yang ditawarkannya:
- Varian 8/128 GB: ₹34.999 (konversi sekitar Rp6,5 juta)
- Varian 8/256 GB: ₹37.999 (konversi sekitar Rp7 juta)
- Varian 12/256 GB: ₹41.999 (konversi sekitar Rp7,8 juta)
Jika realme memutuskan untuk membawa P4s 5G ke Indonesia — yang kemungkinan besar akan terjadi mengingat pasar Indonesia merupakan salah satu yang terbesar bagi brand ini — kita bisa berharap harga resminya akan sedikit lebih rendah atau setidaknya setara dengan angka konversi di atas.
Namun, di rentang harga Rp6 hingga Rp8 juta, persaingan yang dihadapi P4s 5G sangatlah ketat. Berikut adalah beberapa rival utama yang perlu Anda pertimbangkan:
Redmi Note 14 Pro 5G menjadi pesaing terdekat jika Anda lebih memprioritaskan kemampuan kamera dengan sensor 200 MP dan ekosistem Xiaomi yang sudah sangat matang di Indonesia, termasuk ketersediaan aksesoris dan layanan purna jual yang luas.
POCO X7 5G adalah pilihan yang tepat jika performa gaming mentah adalah prioritas utama Anda. POCO biasanya menawarkan chipset yang lebih kencang di rentang harga yang sama, meskipun mungkin dengan mengorbankan kualitas layar atau kapasitas baterai.
Infinix GT 30 Pro bisa menjadi alternatif menarik bagi para gamers murni yang membutuhkan fitur bypass charging — yang memungkinkan ponsel ditenagai langsung dari charger tanpa mengisi baterai — serta desain futuristik yang mencolok.
Kesimpulan: Siapa yang Sebaiknya Membeli realme P4s 5G?
Setelah membedah seluruh aspek secara mendalam, kesimpulan kami cukup jelas: realme P4s 5G bukan smartphone yang dirancang untuk semua orang, dan itu justru merupakan kekuatan terbesarnya.
Ponsel ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang:
- Memiliki mobilitas tinggi dan sering beraktivitas di luar ruangan tanpa akses mudah ke colokan listrik.
- Bekerja di lapangan dan membutuhkan smartphone dengan ketahanan air serta debu tingkat militer (IP69).
- Merupakan penikmat multimedia yang menginginkan layar AMOLED 144 Hz berkualitas tinggi untuk menonton film dan bermain game.
- Merasa frustrasi dengan smartphone yang harus di-charge dua kali sehari dan menginginkan kebebasan dari kecemasan baterai.
Sebaliknya, ponsel ini kurang cocok bagi Anda yang:
- Mengutamakan kualitas kamera profesional untuk konten kreator atau fotografi serius.
- Sangat bergantung pada fitur NFC untuk transaksi digital dan transportasi umum sehari-hari.
- Menginginkan smartphone dengan desain tipis, ringan, dan elegan yang nyaman digenggam satu tangan.
Bagi pasar Indonesia secara khusus, ketiadaan NFC memang menjadi batu sandungan terbesar yang sulit diabaikan. Namun, jika Anda bisa menutup mata untuk fitur pembayaran nirkontak tersebut — atau jika Anda sudah memiliki perangkat terpisah untuk transaksi e-money — maka realme P4s 5G bisa dibilang sebagai definisi sejati dari value for money di tahun 2026.
Pada akhirnya, keputusan pembelian selalu kembali pada kebutuhan pribadi Anda. Namun satu hal yang pasti: dengan baterai 8.000 mAh, layar 144 Hz, dan ketahanan fisik IP69, realme P4s 5G menawarkan kombinasi fitur yang sangat sulit ditandingi oleh kompetitor mana pun di kelas harganya saat ini.
Apakah Anda tertarik dengan realme P4s 5G? Atau Anda lebih memilih kompetitornya? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa bookmark artikel ini untuk referensi di kemudian hari!