unique visitors counter
⌂ Beranda › Ragam › Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Viral Maki-Maki Netzen, Hingga Gembok Akun Instagram
Ragam

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Viral Maki-Maki Netzen, Hingga Gembok Akun Instagram

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Viral Maki-Maki Netzen, Hingga Gembok Akun Instagram
Fadaia Arafiq
A A Ukuran Teks16px

Akun Instagram resmi Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (@fadiaarafiq.official), mendadak viral setelah kedapatan membalas komentar netizen dengan kata-kata kasar.

Akibat reaksi publik yang cukup besar, akun tersebut kini dikunci (di-private), sehingga tidak bisa diakses oleh umum.

Kisruh ini bermula ketika Fadia Arafiq mengunggah foto dirinya bersama Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, saat menghadiri acara retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang pekan lalu.

Sejumlah netizen memanfaatkan kolom komentar untuk menyampaikan keluhan, seperti kondisi jalan rusak hingga keterlambatan peresmian Rumah Sakit Ki Ageng Sedayu.

Salah satu netizen bahkan menanyakan ketidakhadiran Bupati dalam sebuah acara di Ketandan, Wiradesa.

Namun, bukannya mendapatkan jawaban yang diharapkan, netizen tersebut justru menerima balasan bernada kasar dari akun resmi Bupati Pekalongan.

"Mulutmu kalau ngomong ojo kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko! Urusan anggaran rak keluar, anggaran opo? Jangan sampe dicari koe, rak iso kasih pertanggung jawaban omonganmu! #admin," demikian tanggapan dari akun @fadiaarafiq.official yang sudah terverifikasi.

Balasan tersebut langsung menuai kritik tajam dari netizen. Banyak yang berpendapat bahwa warga berhak mengajukan pertanyaan terkait anggaran dan fasilitas publik, mengingat transparansi adalah bagian penting dari pemerintahan yang baik.

Beberapa netizen bahkan menilai bahwa ancaman pemeriksaan oleh aparat penegak hukum hanya akan menimbulkan lebih banyak kecurigaan.

"Jika warga tanya soal anggaran atau lapor jalan rusak, itu hak mereka sebagai pembayar pajak. Mengancam 'diperiksa penegak hukum' justru bikin publik curiga ada yang disembunyikan. Transparansi, bukan intimidasi, adalah jawaban untuk membangun kepercayaan," tulis seorang pengguna media sosial.

Menanggapi kontroversi ini, Fadia Arafiq memberikan klarifikasi bahwa akun tersebut memang akun resminya, tetapi dikelola oleh beberapa admin.

Sayangnya, pernyataan ini justru semakin memicu kecaman.

Banyak yang meragukan bahwa admin akun resmi seorang Bupati berani mengeluarkan pernyataan kasar tanpa arahan langsung.

"Kok malah mengkambinghitamkan admin? Kalau bukan akun pribadi, kenapa di-private? Terus gimana dong warga kalau mau mengadu lagi? Minta diviralkan dulu baru ditanggapi?" sindir seorang netizen.

Hingga berita ini ditulis, akun Instagram resmi Fadia Arafiq masih dalam kondisi terkunci. Selain menyalahkan admin, belum ada permintaan maaf resmi dari pihaknya terkait insiden ini.

Kejadian ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai sikap dan transparansi pemerintah daerah dalam menanggapi aspirasi masyarakat.

 

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru