Celeste Anastasya Anaknya Siapa? Inilah Biodata Diduga Sosok Asisten Pribadi Hotman Paris Dikawal Patwal karena Telat Nail Art, Bukan Orang Sembarangan?
Viral Celeste Anastasya Diduga Asisten Pribadi Hotman Paris Dikawal Patwal karena Telat Nail Art, Netizen Ramai-Ramai Beri Kritik Pedas
Belakangan ini jagat media sosial diramaikan dengan kisah seorang wanita bernama Celeste Anastasya yang menjadi sorotan publik. Pasalnya, ia viral di platform X (dulunya Twitter) setelah unggahan akun @kowalskuy menyebar luas. Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan yang dikabarkan adalah Celeste sedang berada dalam mobil dan dikawal oleh pengawalan protokoler atau lebih dikenal sebagai patwal.
Yang membuat heboh bukan hanya soal penggunaan fasilitas negara semacam patwal, melainkan alasan di balik hal tersebut. Bukan karena urusan penting seperti keadaan darurat atau tugas kenegaraan, tetapi justru karena telat janji nail art atau perawatan kuku.
Viral di Media Sosial
Video yang awalnya diunggah oleh akun @kowalskuy memperlihatkan momen saat mobil yang ditumpangi Celeste Anastasya melewati jalanan ramai di Jakarta. Yang cukup mencuri perhatian adalah bagaimana mobil tersebut didahului oleh kendaraan patwal, lengkap dengan sirene yang menyala-nyala, sehingga memaksa kendaraan lain untuk minggir.
Adegan itu sontak mengundang reaksi dari netizen. Tak sedikit yang merasa geram lantaran fasilitas negara digunakan untuk kebutuhan pribadi yang tidak mendesak. Lebih lanjut, akun Instagram Celeste Anastasya, @celeste_natt, juga turut menjadi perhatian publik. Dalam salah satu postingannya, ia menulis caption singkat: “Telat nail appointment.”
Kalimat tersebut langsung memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Bagi sebagian besar masyarakat, menggunakan fasilitas patwal hanya untuk urusan estetika seperti perawatan kuku adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan kemistimewaan.
Reaksi Netizen: Kritik Pedas Berdatangan
Tidak butuh waktu lama bagi netizen untuk memberikan respons pedas terhadap insiden ini. Banyak komentar bermunculan di kolom cuitan Twitter, dengan nada sinis hingga sindiran tajam.
Salah satu netizen dengan akun @ftryyyy menulis, “Kemarin pacaran ke puncak dikawal polisi, sekarang nail art dikawal polisi. Kocak banget anj. Kalau ada yang begini di jalan, gausah minggir deh, kecuali ambulan atau pemadam kebakaran.”
Cuitan serupa datang dari @robotbera yang menyoroti ironi profesi polisi. “Lulus sekolah daftar polisi buat disuruh nganterin ibu-ibu ke salon,” tulisnya dengan nada sarkastik.
Sementara itu, @nicholasmartua mengekspresikan rasa kesalnya dengan lebih emosional. “Saya paling ilfeel lihat perempuan begini, yang gila kekuasaan sebenarnya biar merasa kelihatan ‘wow’. Bayangin aja pamer telat nail appointment, trus dikawal pake mobil bapaknya. Hadehhh… Di saat banyak orang yang rela kecapean nahan macet demi kerja atau cari nafkah.”
Bahkan, tak hanya masalah sikap dan penggunaan fasilitas negara, tetapi gaya hidup dan selera estetika Celeste pun ikut dicibir. Akun @barengapp menulis, “Udah kelakuan jelek, selera nailartnya jg jelek. Iduh!”
Penyalahgunaan Fasilitas Negara?
Penggunaan patwal biasanya diperuntukkan bagi pejabat negara, tamu asing, atau situasi darurat seperti kecelakaan, pengantaran pasien, atau kejadian yang bersifat prioritas tinggi. Fasilitas ini diberikan sebagai bentuk pengamanan dan perlindungan dalam rangka menjaga ketertiban lalu lintas serta keselamatan.
Namun, dalam kasus ini, banyak masyarakat merasa bahwa hal tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan. Mereka menilai, jika fasilitas negara bisa digunakan semena-mena untuk kepentingan pribadi, maka nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial akan tergerus.
Selain itu, fenomena ini juga membuka diskusi tentang privilege atau kemistimewaan yang dimiliki sekelompok orang tertentu. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah Celeste Anastasya memiliki kedekatan dengan pejabat atau petugas yang berwenang, hingga bisa mendapatkan pengawalan patwal untuk urusan sepele seperti telat nail art.
Tanggung Jawab Publik Figur di Era Media Sosial
Sebagai figur publik atau setidaknya individu yang memiliki pengikut di media sosial, Celeste Anastasya diharapkan bisa memberikan contoh positif. Namun, dalam kasus ini, ia justru menuai banyak kecaman karena dinilai menunjukkan sikap tidak empati terhadap kondisi masyarakat umum.
Di tengah kemacetan ibu kota yang menjadi tantangan sehari-hari bagi jutaan penduduk, penggunaan patwal untuk urusan pribadi seperti ini dianggap sangat kontras dan tidak sensitif. Apalagi, jika benar bahwa pengawalan tersebut dilakukan atas permintaan pribadi tanpa dasar resmi.
Itu tadi kritikan pedas kepada Celeste Anastasya, wanita yang viral gegara pakai patwal saat telat nail art.